Keping Puzzle yang Hilang

 

Dia terus mencari dan mencari..
Sesuatu yang hilang dalam hidupnya..
Sesuatu yang menguncinya dalam hampa..
Untuk menggantikannya dengan sebuah keindahan tak tertara ..
Dia tak pernah berhenti..
Terus berkelana..
Memperjuangkan kepingan puzzle nya yang hilang..
“Bila kutemukan puzzle itu, maka hidupku menjadi lengkap”
begitu suara hatinya..

Setiap ia melangkah..
Kerap ia bertanya..
Akankah aku menemukan nya disini?
Ataukah aku harus kembali?
Karena mungkin puzzle yang kucari..
Telah kutemui disana..

Sampai suatu hari, dalam perjalanannya..
Ia bertemu dengan perempuan itu..
Dia tidak cantik, namun punya senyum yang terindah..
Sungguh menawan setiap hati yang melihatnya..
Dia tidak terlalu menarik, namun ia punya hati selembut sutra..
Dia tidak istimewa, bahkan biasa saja..
Namun setiap bersamanya, ia mengerti arti berharap..
Ketika bersamanya, ia temukan arti hidup..
Sekali lagi, dia ragu..
Mungkinkah ini?

Dia tidak pernah melepaskan perempuan itu…
Namun ia tidak pernah berhenti mencari..
Ia menyukai cinta perempuan itu…
Teramat sangat menyukainya..
Didalamnya dia temukan tenang yang ia rindukan..
Namun ia masih ingin menemukan kepingan puzzle yang hilang itu..
Berharap secepatnya menemukan..
Sehingga ia bisa mengakhiri perjalanan panjang itu..

Namun, perempuan itu menyadari …
Bahwa ia tak pernah dicintai..
Ia mencoba menjauh dan perlahan menjauh..
Hampir lepas dari genggaman..
Beberapa kali perempuan itu membisikkan..
Aku bukan pilihan..
Aku bukan pilihan..
Semakin erat ia genggam..
Semakin tergelincir ia terlepas..
Hatinya sunyi seketika.. Sepi.. Pekat..
Namun perempuan itu telah pergi jauh..
Dengan hati yang terluka dan perih..
“Pergilah dan teruskan mencari puzzle mu yang hilang.. Aku tak sanggup bersamamu lagi.”

Pria itu tersentak..
Ada rasa kehilangan yang dasyat..
Ia mengejar perempuan itu..
Namun perempuan itu sudah di batas jalan..
Tak mungkin untuk direngkuh kembali..
Puzzle yang hilang itu, sudah tak lagi dihiraukannya ..
Karena ia tidak pernah ada dimana-mana..
Ia ada dalam sekeping hati dan telah dibawa pergi oleh perempuan itu..
Dan semua sudah terlambat..

Ditulis dengan hati oleh : Erica Mascalova
Untuk sekeping puzzle yang hilang
Jakarta, 6 Juli 2010: 23:30PM

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store