At the Second-sight, Untouchable-sight..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Entah kapan tepatnya,
Aku jatuh hati padamu..
Belasan tahun silam?
Kau bahkan tak menghiraukanku..
Atau jangan-jangan kau tak sadar aku pernah ada..
Kau begitu populernya..
Putih, tinggi, jenaka, cemerlang..
Senyum ramah rupawan..
Dan sepasang bola mata berkilat-kilat cerdasnya…
Itu saja yang selalu kuingat tentangmu..

Aku tak ingat kapan tepatnya..
Kau mulai memperhatikan aku..
Karena dulu, kau sangat sibuk dengan gadis-gadis cantik itu..
Sementara aku hanya seorang anak gadis berkucir dua ..
Yang baru saja mengenakan seragam putih abu-abu yang kubanggakan itu..
Pemalu, yang selalu bersemu merah jambu,
Bila mendapati beberapa teman laki-laki seumuranku..
Menggoda, meneriakkan nama jelekku..
Dan terburu-buru bersembunyi..
Mengisi sudut sebuah perpustakaan tua..
Menenggelamkan diri disana dengan buku-buku tebal..
Setiap jam usai sekolah, hingga sepi tiba..

Ah, sekarang aku ingat..
Ketika kubuka catatan-catatan facebookku..
Percakapan-percakapan di wall kita..
Meski semuanya biasa..
Namun, tak pernah ada yang mengisi dinding halamanmu sebanyak ketikan-ketikanku..
Meski hanya satu dua baris kalimat yang lucu..
Namun, tak sedikit membuatmu tertawa terbahak-bahak karenanya..
Mungkin hilang sejenak, dan kau menyapa lagi..
Menyapa lagi.. Tak jenuh-jenuhnya..

Menemukanmu kembali, atau ditemukan olehmu lagi..
Entahlah, aku sudah tak ingat..
Tak pernah ada dalam keinginan dan harapan..
Semua mengalir tanpa kutau kemana akan tertuju ..
Tak pernah terbersit..
Sapaan-sapaan itu menjelma menjadi..
Kekaguman yang menyenangkan..

Sebuah siang, pada sebuah pameran bisnis yang tidak terlalu padat pengunjung…
Percakapan-percakapan sederhana,
Melihat aneka kerajinan dan kayanya budaya kita..
Menghampiri dua buah tiga buah stand menarik..
Membahasnya, mengupasnya..
Idealismu, perfectionistmu..
Membuka cakrawala pemikiranku..

Siang yang biasa..
Pertemuan yang sangat biasa..
Percakapan-percakapan yang juga biasa..
Ditemani dua gelas ice chocolate dan caramel pop corn..
Hingga aku mendapati..
Binar-binar matamu sudah tak lagi biasa..

Tentu, tak ada kata-kata membungkusnya..
Kamu tak pandai bermain kata..
Dan aku tak pandai merangkai rasa..
Hingga aku bergegas meninggalkanmu..
Memalingkan badanku..
Dan menyadari, kau tak beranjak hingga aku benar-benar hilang..
Dan dalam perjalanan pulangku..
Kuputar lagu-lagu cantik, sayup-sayup..
Tatapan mata itu..
Percakapan-percakapan itu..
Dan bagaimana percakapan-percakapan lainnya setelah itu..
Menyentuh hariku..
Ah sudahlah, it’s just an untouchable sight at the second sight..
Tak kan dibiarkan mengendap..
Karena masa itu telah lewat..

Ric, Erica
Yes, An Untouchable Sight ..

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store