What they say about her..

Felix Widjaja

You know what she’s like by the first time you meet her.

Although you don’t even need to do that. Her works show it all.

An ultra-optimist, funny, fast paced, active, ambitious, and confident woman.

A woman who writes –as realistic as they can be- short stories, which all will one day become –as she tells me- whole complete novels.

And she’s already half way to get them all done.

Wow… it needs extra observation and research to accomplish them all,

and it takes huge motivation, spirit, and dreams as well.

I’ve never had a moment of doubt that she’ll reach her dreams, which are very big dreams.

Never knew her for too long, but just enough to know about them all.

Keep on dreaming big Ric, u’ll get there in time.

Felix Widjaja 36 years old, No 10 The Most Rich Man In The World Dreams To Be, Jakarta
Mei Mei - Nagoya Optical 08179107278-02168808658

Ric Erica.

Sahabat saya yang satu ini berkarakter KUAT!!!!

Walaupun umurnya di bawah saya beberapa tahun, namun pola fikirnya sudah terbentuk dengan sangat baik.

Saya mempunyai teman yang cukup banyak, namun dengan yang satu ini cukup unik. Kadang sukar di tebak, susah diprediksi. Yang saya fikir dia tidak setuju dengan apa yang saya lakukan, ternyata dia bisa menerima dan mendukung, dari hal-hal kecil sampai hal-hal yang prinsip. Dan ketika dia mendukung, dia selalu total.

Saya bersahabat dengan Ric Erica hampir 10 tahun, sejak anak-anak kami masih kecil. Banyak peristiwa dan kenangan yang datang dan tinggal.

Dia bisa mengekspresikan dan mengapresiasi persahabatan kami dengan cara yang sederhana tapi tak lazim.

Saya sangat berkesan pada satu hari Sabtu, saya meminta ia menemani ke bengkel. Sambil menunggu kami bercerita dan tiba-tiba dia melempar satu ide yang unik. “Bagaimana kalau kita makan bakmi di ujung sana tapi kita jalan kaki saja.”

Padahal naik taksi pun paling hanya 1 km, dan pagi itu udara cukup panas. Tapi saya menyanggupinya. Bayangkan dengan sandal high heels 7 cm, pakaian yang cukup rapi, kami berjalan kaki sepanjang 1 km,  bergandengan tangan dan mentertawakan diri sendiri.  Membuat banyak lelucon lucu  dan tertawa terpingkal-pingkal, seolah-olah kami sedang berada di Orchard Road yang sejuk. Itu adalah saat terbaik saya bersama dia yang paling berkesan, termasuk insiden kartu kredit rp 1 juta.

Mesti ada seorang teman kami pernah berkata, “Mengeksplore Ric Erica seperti mengupas bawang. Butuh kesabaran dan ketulusan. Meski kadang-kadang mata perih dan hampir meneteskan air mata, tapi setelahnya berbagai masakan menjadi lezat karenanya”, tapi yang pasti sahabatku ini mempunyai hati yang sangat baik. Takut akan Tuhan, cinta keluarga dan dia adalah sahabat perempuan yang harus dimiliki oleh setiap perempuan.

Terima kasih Ric untuk pertemanan yang indah ini.

 

 

Mei - Mei 40, Pengusaha Optik, Jakarta
Irawan Satria

Gue kaget ketika buku KIRANA nya Ric Erica sampai di tangan gue. Gue memang sudah tau kalau dia suka nulis, dan gue pernah denger dia berceloteh, bahwa suatu hari dia akan punya buku sendiri. Tapi gue gak nyangka dia bakal seserius itu, gue fikir itu hanya khayalan dia aja, karena Ric Erica yang gue kenal itu Ric Erica yang selalu punya ide aneh, gokil dan gak habis-habis. Heran gue ama orang itu.

Yang pasti, salut, dia bisa membuktikan bahwa dia punya mimpi, memikirkannya dengan serius, dan bekerja keras untuk ngelakuinnya. Gue yakin, setelah ini akan ada banyak kejutan-kejutan yang bakal dia bikin di dunia kepenulisan. Gue yakin bangett!

Gue menikmati banget semua tulisan-tulisan dia di buku Kirana itu, dia memang “Juara” nya untuk urusan Fiksi. Top! Isi bukunya ringan, enak dibaca, tutur katanya asyik, bikin “addicted”! Gue sampai bacanya pelan-pelan saking takut buku loe cepet abis. Lebay kan gue? Sama kayak loe, Ric!

Gue harap buku ini bukan buku dia yang pertama dan terakhir seperti penulis-penulis lainnya. Gue harap, justru buku ini adalah “bidan” dari buku-buku hebat dia yang lain. Gue tunggu.

Thumbs Up buat Ric Erica

Kapan loe siap di foto, Ric? Mumpung loe belum ngetop tuh!

 

Irawan Satria 41, Photographer, Jakarta
Dahlan Khalid

Perkenalan saya dengan pemilik website ini bisa dibilang cukup unik karena terjadi secara tidak sengaja. Kejadiannya sekitar lebih 5 tahun lalu. Saat itu saya memasukkan Kick Andi, salah satu acara tv favorit saya, ke dalam bar pencarian Facebook. Dari daftar hasil pencarian, tepatnya di urutan ke 3 di bawah Kick Andi dan Andi F. Noya, ada Ric Erica. Saat itu saya pikir mungkin dia orang management atau rumah produksi Kick Andy. Saya coba kirim permintaan pertemanan ke dia dan dikonfirmasinya. Boleh dibilang dia korban dari random friend requests. Hehehe…

Kelak di belakang hari saya baru tahu ternyata dia bukan dari management atau rumah produksi Kick Andi, melainkan sama seperti saya, penyuka acara Kick Andi. Namun satu yang membanggakan ternyata dia seorang penulis yang sejak remaja tulisannya sudah berhasil menembus beberapa majalah remaja dan perempuan.

Saya lebih banyak menjadi silent reader semua tulisan Ric Erica, baik di Facebook maupun websitenya. Selalu saja saya tersenyum-senyum bila perempuan satu itu beraksi dengan jari-jarinya melalui status-status menggelitiknya.  Selalu memancing emosi dan imajinasi pembaca dan tentunya menghibur.

Satu penghargaan bisa “bicara” dengan Ric Erica di media online, mengingat di tengah kenyataan teman-teman di kehidupan nyata saya begitu pemalu & penakut. He he.

Kami mungkin tidak akan pernah bertemu muka, kawan & lawan akan datang & pergi, tapi saya harap pertemanan saya dengan Ric Erica abadi selamanya.

*salaman*

Muhammad Dahlan Khalid Seorang penikmat seni dan budaya, Tanah Grogot Kalimantan Timur
Kanisia Lilimery

Ric.. my dear friend..

Begitu buku KIRANA mu tiba, I told my mom, ‘Kirana’ ini tulisan teman baikku, dan my girl nguping, hasilnya.. “Rebutaaaan…” Aisshh, terpaksa gali bantal tutup bantal dari kamar mama ke kamar my girl. Mama komentar begini, hebat sekali temen mami, tulisannya bagus dan enak dibaca. Efeknya » malam ini buku di kamarku, besok sudah di  other room. •struggle hard•

Meski sering membaca berbagai tulisanmu di website, di FB,  ternyata aku masih tetap penuh hasrat  untuk menyelesaikan membaca buku KIRANA lagi dan lagi. Ingin sekali lagi merasakan nikmatnya larut dalam tulisanmu , sensasinya dan tanpa sadar,  sampai lah di halaman akhir..

Great job dear. Keep waiting for your second one.

Ps : jangan bosan-bosan mengajariku menulis, Ric

Yours, Tangerang – March 29, 2013

Kanisia Lilimery 39, Wiraswasta, Tangerang
Yustine

Saking lamanya kenal sama ini anak, sampe lupa kapan pertama kali kenalan sama Erica,  perempuan tomboy blasteran Palembang Cinde & Korea Tengah (kalau gak  ada yanƍ tau dimana Korteng, berarti selama ini salah beli Atlas!)

Seingetku kami gak  pake cara resmi utk kenalan, semua mengalir begitu saja.
Bermula dari kekaguman Erica pada diriku (hahahahaa!! Ayo Ric, saatnya dikau mengaku ke khalayak ramai!) Sorry, ini boleh saja testimoni, tapi yang ngasih testimoni ini juga aliran narsis & sedikit eksis! ‎​​​‎hihihihi

Lepas SMA kami kehilangan kontak satu sama lain, bahkan mungkin sama hampir semua temen2 SMA di Xaverius I, Bangau Palembang.

Thanks to Facebook!! Suwerrrrr!!! Yang sudah menyatukan kembali the missing friends, the broken hearts, dan the happy memories!!
Mulai deh…bisa baca notes2nya Erica, menjelajahi foto2 kehidupannya… What a wonderful life she has!

Tulisan2nya lepas, nyata, easy to read, easy to remember, dan penuh pesan.  Gak jarang kadang seperti tersindir krn tulisannya kok bisa sama dengan yang kualami. Hhhmm… Jadi curiga jangan2 selama ini Erica membuntutiku untuk merekam kisah nyataku (Ric, byr royalty loh kalo emang bener!!)

Buat yang belum pernah membaca tulisan perempuan ini, cepat intip deh! Dijamin selalu penasaran sampe gak  kerasa ternyata kalian sdh selesai dan gak  sabar nunggu tulisan selanjutnya! Yaaaa, gitu deh Erica! Yang tidak pernah bisa diem dengan jari2 nya, gak pernah bisa berhenti dengan lelucon2nya…

Keep going, sist! Teruslah menulis karena disitulah kamu bisa jadi diri sendiri, bisa jadi orang lain, dan bisa “mengontrol” kehidupan sesuka hatimu! Always be creative, Erica!
God bless you!

-Yustine, your inspiration-
Hahahhaaaa! Teteeeeepppp!!!
Pacak kubayangke senyum “nakal” kau tuh naaaaah.

Yustine Tine 39, Legal Manager, Jakarta
Nala Arung, seniman Tenggarong

Saya suka melekatkan istilah “Alien” untuk kawan-kawan saya yang punya kelakuan diluar kebiasaan umum. Alien, dalam kamus saya adalah mereka yang mensyukuri nikmat Tuhannya dengan cara yang tidak sehaluan dengan gaya yang sedang ngepop. Didalamnya itu sudah termasuk soal cara berpikirnya, caranya memandang sesuatu, caranya bersikap hingga pekaryaannya. Di negeri yang serba ketakutan ini sebetulnya banyak Alien. Dan Erica salah satunya.

Sebagai seorang Alien, Erica termasuk Alien yang unik. Dia Alien yang cantik. (jadi sungguh pas berkawan dengan saya yang keren ini). Dia juga Alien yang sayang keluarga, sayang pada kesehatannya, sayang pada tetangganya. Dia juga Alien yang periang dan tangguh. kalaupun kemudian dia membuat blog khusus untuk dirinya maka sudah bisa dipastikan bahwa dia ini Alien yang punya misi tertentu. Jadi kalian yang menjadi pengikut budaya pop, berhati-hatilah. Boleh jadi suatu saat dia bakalan menculik dan membawa kalian ke dunia blognya ini.

Sayang sekali, saya sudah tidak ingat kapan pertama kali kenal Erica. Mungkin karena saya keseringan mengingat Tuhan.

Salam Manis Manja!

Nala Arung
(Lelaki Kalimantan Yang pada tahun 1998 Berhasil Mencapai Usia 22 Tahun)

Nala Arung 36, Seniman dan Penulis, Tenggarong
Siaw Yen

Aku mengenal Erica lewat Facebook hampir 2 tahun ini, sebenarnya tak sengaja krn membaca tulisannya melalui seorang teman. Tulisan nya yang berjudul “Perempuan Kedua” yg mendekatkan kami, obrolan ringan mengalir begitu saja, seolah kami sahabat lama yg baru bertemu lagi.

Di awal persahabatan aku merasa Erica sangat tertutup ttg hal2 yg menyangkut kehidupan pribadinya. Hal ini jg sempat menimbulkan konflik krn aku yg “terlalu ingin tahu”. Tp anggapan itu hilang setelah kami bertemu 3 bln setelah perkenalan.
Pertemuan yg menyenangkan, tak menduga kalau pertemuan itu akan begitu berkesan & membuka batasan yg ada.

Karena merasa dekat, hubungan kami mengalami up and down beberapa kali. Terkadang aku merasa Erica terlalu berterus terang, dan suka menyerang pendapatku. Jujur, sempat jengkel kok bisa dia “sesadis” itu kepadaku. Tapi lama2 aku malah merasa, justru hubungan spt ini adalah hubungan yg jujur, seperti hubungan adik-kakak. Ribut2 lalu tahu2 baikan lagi, no hard feeling sama sekali.

Kami memang memiliki banyak kesamaan minat yg membuat kami “nyambung”. Selalu ada hal menarik utk dibicarakan dengan serunya.

Aku suka tulisan2-nya karena tema2 yang ia pilih tidak jauh dari kehidupan sehari-hari,  dikemas ringan, menggelitik & mewakili pandangan/perasaan pembacanya. Membaca tulisannya, aku yakin semua orang bisa melihat “kecerdasan” seorang Erica.

Jujur, aku kagum padanya. Dia tahu begitu banyak hal, yang dituangkan dalam karya2-nya. Terkadang aku merasa minder, tp herannya kok aku merasa bisa “jujur” ttg hal2 yg tidak kuketahui padanya. Pdhl biasanya aku jaim lho….hehehehehe….

Hubungan persahabatan kami adalah hubungan terunik yg pernah kualami. Mengapa demikian? Karena selama ini, hampir tidak ada orang yg begitu berterus terang, begitu jujur, begitu terbuka menilai seperti apa diriku. Awalnya sempat bete berat, iiiihhhh kok ada orang kayak gini yah… Tp, kurasa memang ada saatnya kita punya teman yg benar2 jujur menilai kita. Bukankah kita tidak bisa menilai diri sendiri ?

So….thank u so much dear Rica, untuk menjadi sahabat yg “apa adanya”. Terima kasih utk hubungan persahabatan yg “jujur” bukan sekedar sahabat yg suka berbasa basi. Love u always, Siaw Yen.

Siaw Yen 39, Housewife, Cikarang
x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store