Never Doubt to Say No

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah mengantar Nate ke acara sekolah tadi siang, aku dan Nate memilih makan siang di sebuah restoran steak di Taman Anggrek Mall. Suasana restoran sangat ramai, namun setelah menunggu 20 menit, akhirnya kami mendapatkan tempat juga.

Nate memesan Sirloin beef steak dengan callamari dan kentang goreng, sementara aku memilih menikmati lunch salad bar saja. Sambil menunggu pesanan kami datang, Nate dan aku mengambil aneka salad dan cemilan di salad bar yang tersedia.

Setelah menunggu pesanan yang belum datang juga, sementara pengunjung meja sebelah yang belum lama datang saja, sejak sedari tadi sudah menikmati makanannya, lalu aku memanggil seorang waitress dan menanyakan makanan kami. Dengan menjawab seadanya, waitress itupun langsung kembali ke dapur dan tak lama kemudian menghampiri meja sebelah.

Kecurigaanku benar. Ada kesalahan pemesanan. Makanan yang harusnya diantar ke meja kami, ternyata diantar ke meja sebelah dan sudah tersentuh sebagian. Tentu aku bisa melihat dengan jelas, saking ramainya restoran itu siang tadi, jarak meja kami hanya dua jengkal jauhnya.

Pembicaraan waitress itu dan bapak di meja sebelah juga terdengar cukup jelas. Benar, makanan itu salah antar, dan sempat termakan, walaupun steaknya masih utuh. “Saya kira ada yang gak mau, lalu diantar kesini mbak. Ya saya makan aja. Kalau begitu, dibawa lagi saja mbak. Saya kan pesan chicken steak bukan daging sapi.”

Beberapa menit kemudian, waitress yang sama kembali ke mejaku, “maaf bu, karena restoran terlalu ramai, jadi pny ibu terlewat, skrg calamarinya sedang disiapkan. Mgkin 5-10 menit lagi jadi.”

Aku mengiyakan saja, sambil khawatir, beef dan plate nya tidak diganti, hanya ditambahin beberapa iris semangka, irisan jeruk, kentang goreng dan calamari saja. Entah kenapa, di Indonesia kok gak boleh polos-polos amat begitu. He he..

Tepat 10 menit kemudian datanglah plates yang kutunggu-tunggu. Aku minta izin, “boleh ya saya sentuh dagingnya?” Iya waitressnya membolehkan, oalah.. anyep, dingin gak ada anget2nya sama sekali. Was-wasku beralasan. Lalu aku blg, “saya minta diganti ya mbak.. Maaf, anak saya gak bisa makan beef dingin.” begitu alasanku.

Waitress itu berdalih, krn menggoreng calamari nya kelamaan sehingga beefnya terlanjur dingin. Mungkin karena masih polos, ia juga bertanya “Bu, steaknya diganti sama yang welldone gak apa2 ya.” Aku blg “wah jangan donk, saya kan pesannya medium. Kalau well done pasti keras mbak.” (padahal aku hanya takut beef nya di grill ulang). Waitress mengiyakan dan membawa masuk plate itu kembali ke dapur.

Tidak sampai 5 menit, waitress itu datang kembali dengan membawa pesanan kami. “ibu ini pesanan ibu. Mohon maaf ibu jadi menunggu ya.” Aku bilang, “saya cek dl ya..” Lalu aku cungkil sedikit daging itu dan mendapati dagingnya masih sama namun sudah menjadi welldone. Terus terang, aku sangat-sangat keberatan.

“Mbak, jgn begini donk. Masa makanan yg sdh dimakan sm meja sebelah, dikasih saya lagi.. Saya gak mau mbak. Kalau salah antar pesanan ya salah saja, kl si bapak salah makan, ya charge sj ke bapak. Lagian kok salah makanan bukannya di komplain, malah dimakan. Terus dikembalikan diterima lagi..” Begitu protesku

Si mbak yang memang masih polos itu bilang “tapi kan bu, daging sapi si bapak td belum disentuh. Cuma semangka, kentang dan calamari nya saja yang dimakan. Kalau ibu tdk percaya, silakan tanya ke meja sebelah.”

Nah kannnnn… Apa kataku.. Aku makin terheran-heran saja..

“Begini saja mbak, saya cancel saja pesanan tadi. Saya mau pesan yang lain saja. Saya boleh menolak donk kl meragukan daging sapi ini.”

Dia hanya menganggukkan kepala, dan sebentar ia masuk ke dalam, terus balik lagi membawa piring tadi, dan memberiku buku menu, “silakan ibu pesan lagi. Tapi krn pesanan ibu tadi beef jadi order yang baru harus beef lagi..”

Nah aneh ini.. Trus aku blg, “saya order yg lbh mahal sedikit juga gak apa-apa, tp saya berubah fikiran tdk mau beef, boleh gak?” Dia mengangguk tidak berdaya. Bukan apa-apa, aku hanya khawatir beef naas itu kembali lagi ke mejaku dengan penyajian yang berbeda. Hi hi..

20 menit kemudian, pesananku datang, dan setelah memastikan aman, hi hi hi, aku izinkan Nate ku untuk melahapnya.

Di tengah makan, Nate yang tadinya diam saja, lalu bertanya, mengapa aku begitu kerasnya bertahan tidak menerima makanan itu. Dengan sedikit penjelasan, Nate tersenyum, lalu berkata, “This is what I like from you, mommy. You are never doubt to speak. I learn so much today mommy.”

Kejadian siang tadi mungkin menurut sebagian orang sepele untuk diperkarakan sedemikian rupa. Namun, aku berpandangan lain. Sebagai customer, sah-sah saja kita menolak makanan yang meragukan. Kenapa tidak? Selama, kita punya alasan yang menguatkan keraguan kita.
Kalau mereka dengan mudahnya menerima kembali makanan yang sudah tersentuh dan menggantinya dengan yang baru tanpa protes/charge, mengapa kita yang telah dirugikan harus menjadi korban yang lebih rugi lagi? Sama-sama bayar kan, siapa bilang gratisan? Rasanya mau marah-marahpun mereka sudah tidak punya power untuk bertahan. Dari awal sudah salah prosedur.

So, pelajaran yang baik untukku, untuk anakku juga.. Dan untungnya, karena waitress tadi juga cukup co-operative, jadi intonasi suaraku juga stabil, sehingga Nate tetap dapat menikmati meal nya dengan asyik tanpa gangguan.

Jadi Nate, kita mendapat pelajaran baru hari ini kan? Jangan ragu untuk berkata TIDAK!

Ric Erica

Jakarta, 4 Juni 2011:22.30PM

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store