Love Lives Forever

 

Setelah membaca catatan seorang teman di Facebook, akhirnya aku tergoda juga untuk menonton “THIS IS IT by Michael Jackson”. Sebenarnya, aku tidak begitu tertarik, karena pasca kematian Sang Legenda, setiap hari aku kenyang menyaksikan cuplikan-cuplikan ceritanya di TV baik TV swasta maupun TV luar.

Aku dan karya-karya Sang Legenda, sebenarnya punya kedekatan khusus. Secara, hampir separuh umurku, aku bertumbuh bersama musik-musik Beliau. Dari punya pacar pertama, punya pacar kedua, punya gebetan keren, waktu diputusin, terus mutusin, sampai akhirnya ketemu sama yang sekarang, lagu-lagu Michael Jackson mewarnai perjalanan hidupku, dari bangun tidur, sampai pergi tidur.

Singkat cerita, karena kepiawaian temanku menulis (penulis senior, mas GU) akhirnya, tadi siang jam 12.00 aku meluncur ke Puri XXI, SENDIRI , setelah bertanya kiri kanan tetap saja tidak ada yang mau menemani. Praktis sekali, beli tiket, masuk, duduk, blarrr… pertunjukan dimulai.. Ternyata, gak perlu gengsi juga sih nonton sendiri, setelah kuperhatikan, banyak jugai wanita-wanita yang senasib denganku, datang sendiri, pilih duduk di tengah, atau di sudut, masuk studio menjelang pertunjukan dimulai dan pulang seketika berakhir.

Theater 2, dengan 8 viewers, duduk berpencar-pencar kayak orang lagi musuhan.. Bisa jadi gaya hidup juga.. Kenapa enggak? Kenapa harus batal nonton karena tak punya teman? Nonton lebih konsen, gak ada yg ganggu, focus.. gak ada yg mengajak ngobrol, mau bertegur sapa juga gak ada yang kenal. Suka banget.

Sepanjang film diputar, nafasku tertahan. Ada rasa haru menyesak dada. Bagaimana tidak? Seorang Raja yang fenomenal, ternyata begitu low profile nya, begitu menyihir perhatian public, sehingga setiap orang yang bersentuhan atau berhubungan dengan King of Pop itu, rela memberikan totalitas dan kemampuan yang terbaik dari dirinya, demi bisa tampil di depan Jacko. Berada di satu ruangan yang sama, bekerja sama, untuk menghasilkan sebuah kolaborasi music yang terbaik. Music yang penuh cinta. Bahkan tidak dibayarpun tidak apa-apa, asalkan bisa menari untuk Jacko.

Mereka yang terpilih dalam project “This Is It” adalah mereka yang terbaik yang dipilih secara langsung oleh Jacko melalui audisi-audisi yang ketat antar lintas benua. Wow..

Film ini bukanlah film cerita yang mungkin kalian harapkan. Film ini hanya merupakan kado dari Management Michael Jackson untuk pencinta MJ, kenang-kenangan yang berisi rekaman latihan Jacko dalam mempersiapkan konser terakhirnya di London awal Juli 2009, pasca kematian Jacko yang misterius beberapa minggu sebelum konser terakhir itu sedianya digelar.

Isi film itu sendiri adalah cuplikan-cuplikan karya music sepanjang MJ berkarya dan moment2 berkesan saat latihan persiapan konser. Tidak ada kehidupan pribadi Beliau yang terekspose dalam film itu. Tapi sebagai penggantinya, penonton diberikan atraksi-atraksi spectakuler yang terbaik dari seorang MJ.

Kekagumanku semakin bertambah, ketika mengetahui bahwa seorang RAJA BESAR seperti MJ, yang dipuja banyak orang, diprioritaskan oleh Sutradara/ Produser, ternyata adalah seorang yang sangat low profile dan menghargai orang lain. Di setiap latihan, MJ selalu mengeluarkan ucapan-ucapan yang angat lembut, yang membangun, dan menginspirasi banyak orang. Konser tentang cinta, demikian aku menyebutnya, karena dipersembahkan oleh seorang Legenda yang sangat mencintai dunianya, musiknya, atraksinya, kepada penggemar-penggemar yang sangat mencintainya.

MJ tidak segan-segan turun langsung di tempat latihan, jauh dari arogansi seorang bintang, dan ucapan “I really appreciate what we have done so far”,”God bless you.”, “We are family. Yeah.. we are family” menjadi rhema di dalam setiap crew dan pribadi-pribadi yang terlibat dalam konser tersebut. Jacko tidak segan-segan untuk mengakui kesalahannya dan mengucapkan maaf kepada mereka yang terlibat apabila ada yang dirasakan kurang memuaskan, dan kerap memberikan pujian dengan tulus, kepada mereka bila puas dengan hasil latihan. Ya selain bintang, Beliau juga seorang PEMIMPIN yang sesungguhnya.

Pengambilan gambar, pembuatan video clip, penataan musiknya, tata cahaya panggung, perlengkapan yang digunakan, konsep panggung, koreography – dancer nya yang apik, special effect yang istimewa, dialog-dialog natural antara Michael Jackson dengan seluruh pihak yang terlibat, selain kualitas music Michael Jackson sendiri, adalah satu paket lengkap yang sangat sensasional yang memanjakan mata dan telinga kita ketika menyaksikan film tersebut.

Menonton cuplikan persiapan konser itu sendiri, sesungguhnya telah menyaksikan 70% dari konser di London itu sendiri. Fantastis. Semua detail difikirkan dan dikomunikasikan dengan baik oleh MJ dan diterjemahkan dengan sempurna oleh mereka yang terlibat. MJ tetap memberikan yang terbaik, bahkan di saat beliau merasa lelah dan tidak fit.

Dialah Legenda yang sesungguhnya. Tidak banyak orang yang terlahir sebagai bintang. Dianugerahi talent dan kemampuan yang begitu besar dari Tuhan. Dan MJ adalah salah satu diantaranya. Tidak lah berlebihan kalau banyak yang menyebutkan, Tidak ada yang bisa menggantikan MICHAEL JACKSON”.
Tiga kursi dari tempat dudukku, adalah seorang perempuan muda, sempat tersedu sedan ketika menyaksikan clip lagu balad Michael Jackson. Yah, aku pun merasakan sedih luar biasa. Rasa kehilangan yang kuat, aku rasa hinggap di setiap kita yang sempat mengecap era jaya nya MJ tahun 80-90an.

Film yang berdurasi 1 jam 45 menit itu, benar-benar memuaskan rasa rindu dan keingin tahuan ku pada sosok Michael Jackson. Banyak hal-hal yang mungkin tidak pernah kita ketahui tentang bagaimana total dan berdedikasinya MJ kepada dunianya, terungkap disana. Sebuah tontonan yang semakin mengukuhkan, MICHAEL JACKSON is the real King of Pop, HE IS THE TRUE LEGEND.

Pesan yang ingin disampaikan oleh MICHAEL JACKSON lewat konser terakhirnya yang bertajuk “THIS IS IT” itu adalah “LOVE LIVES FOREVER”. Yaitu supaya cinta tetap ada di dunia selama hidup, cinta sesama, cinta kepada alam, cinta kepada dunia.

Jacko, semoga pesanmu tinggal selalu di seluruh penjuru benua. Let’s spread the Love, Let LOVE LIVES FOREVER..

Recommended.
Ric Erica
Jakarta, 11 November 2009 : 17.30PM

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store