Doa Malam

Doa Malam

Seorang ibu bertanya kepada anak perempuannya ketika hendak mengantarnya ke sekolah tadi pagi.

“Lis, apakah kamu berdoa kemarin malam?”

“Ya mama. Lis berdoa.” jawabnya. “Hmmm.. apakah itu namanya berdoa ya..?”

“Kenapa?” Sang ibu heran.

“Hmm.. aku berlutut, aku mulai mengucapkan doa. Terus.. aku berfikir, mungkin Tuhan bosan mendengarkan doa yang sama setiap malamnya kan ma? Jadi, aku naik ke tempat tidur, dan aku bercerita kepada Nya tentang les matematika yang membosankan, tentang anak baru yang nakal, tentang guru bahasa yang cantik dan tentang anjing kita.”

Sang ibu tersenyum. Ia mengusap rambut anaknya.

Doa malam.

Putrinya mengajari suatu hal baru.

Doa tak harus selalu berisi permohonan, dan ucapan terima kasih.

Bukankah doa sebagai sebuah bentuk komunikasi yang menghubungkan engkau kepada sang Pencipta?

Ric Erica
Jakarta, 7 Januari 2015 : 22.26

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

2 Comments to “Doa Malam”

  1. Leo Agustino says:

    hehehe…saya juga sering berdoa tapi kayak ngobrol sama temen aja…seru juga :)

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store