Bagi Nomor KTP donk! (Mei 2013)

1 Mei 2013
Berita ini kok gak ada di local news ya? pada gak tau? gak mau tau? sengajak pura2 gak tau? Mengapa tdk di ekspose? sengaja dihilangkan? Mengapa Indonesia yang lebih bermartabat-mulia dan religius ini tidak memberitakan cerita sedih begini, dan mengapa orang asing rupanya lebih perduli?
Orangutans have been held captive & used as sex slaves (Kalimantan) – - http://t.co/15VYLyDTyR

2 Mei 2013
Sesama suka ngurusin orang lain dilarang saling memaki lah! 11 – 12 itu.

3 Mei 2013
Kemarin dia mengirimiku foto sebuah tempat di Phuket Thailand, dan bertanya “Sudah pernah kesini belum, Ric?”
Tadi dia mengirimiku juga foto tissue hotel mahal tempat dia menginap di Singapore “Sudah pernah nginep disini belum Ric?”
Dan barusan dia mengirimiku foto dinnernya yang terlihat mewah sekali dan bertanya “Kamu sudah pernah makan ini belum, Ric?”
Belum kujawab sih, masih mikir kalimat yang tepat yang bisa membuatnya kapok pamer-pamer ke saya.

4 Mei 2013
Patience is not the ability to wait, but the ability to keep a good attitude while waiting.

5 Mei 2013
Life is too short to make just one decision
Music is too loud for just one station
Love is too big for just one nation
AND GOD IS TOO BIG FOR JUST ONE RELIGION – East to The West, Michael Franti & Spearhead

6 Mei 2013
Hidup tanpa masalah, tak akan ada menariknya. Jadi, ketika ada orang yang sedang masuk mengusik hidup kita anggap saja bahwa ia hanya sedang berusaha membuat hidupnya yang membosankan itu menjadi menarik.

7 Mei 2013
Tidak dipungkiri gaya hidup kota besar saat-saat ini mengarah kepada, wajah-wajah bersih tanpa jerawat, tubuh rapi (gym selalu ramai dan berkembang pesat), aroma badan harum parfum, pakaian mengikuti geliat fashion, dan gadget yang nge trend. Sah-sah saja sih, siapa yang tidak mau terlihat menarik dan modern?
Tapi, adalah mengerikan jika ketika kaum perempuan harus berbagi budget dengan pasangan yang juga suka ‘nyalon’.

8 Mei 2013
I hv no time to worry negative things, as I’m too busy counting my blessings.

9 Mei
Enak juga jadi pembaca dan komentator. Tinggal baca dan comment, asal jeplak gak perlu mikir, biarin aja yang punya status yang mikir, gak suka tinggal maki-maki, suka tinggal menjempoli, gak perlu mikirin comment bakal nyambung or enggak, kalau ternyata yg nulis status cakep dan menarik, tinggal diajak kenalan, kalau bikin jealous tinggal di bully. Nah yang susah itu mengemukakan opposite opinion dengan sopan dan manis tanpa harus membuat yg punya status gusar, dan menyerang pribadi yang nulis. Itu sudah level tinggi punya sih.. Ah latihan ahhh.

10 Mei 2013
Sudah dua orang menyarankan saya untuk mencicipi dunia akting. Salah satunya malah produser FTV yang kebetulan saya kenal 6 bulan terakhir via website ericamascalova.com. Duh, apa saya gak kebagian peran antagonis doang ya? Bagian nyiksa pembantu mungkin? Atau aktor intelektual penculikan mantan kekasih sang suami yang mulai hadir lagi menunjukkan eksistensinya? Wekekkeek.. Secara gak mungkin punya dapat peran ibu lembut hati sakit-sakitan yang dikhianati suaminya dan rela dimadu demi 4 buah hati yang masih kecil-kecil.. Yang ada saya jutekin itu penulis naskah, kok perempuan kalau gak kebagian peran yang menguras air mata bombay, ya bagian yang memancing amarah jutaan ibu-ibu rumah tangga di berbagai belahan tanah air. Sekali-kali perempuan tampil gemilang di sentron, kenapa? Arghhh!

11 Mei 2013
Kalau dulu, waktu sama-sama muda, menjaga pernikahan demi anak-anak. Kasihan, mereka masih terlalu kecil.
Lalu, setelah anak-anak sudah beranjak besar dan sudah mengerti, menjaga pernikahan demi nama baik keluarga. Kasihan anak-anak, jangan sampai menanggung malu karena orangtuanya bercerai.
Lalu, setelah anak-anak sudah menikah dan punya cucu, menjaga pernikahan karena “malu ah, sudah tua-tua kok bercerai.”
Lalu, ketika salah satu dari mereka berdua jatuh cinta pada seseorang yang lain, dan perceraian pun sudah tak bisa dihindarkan lagi, hanya berseloroh, “jodohnya memang hanya sampai disini.” atau “saya gak pernah membahagiakan dia, dan sekarang dia sudah ada anak-anak kami yang menjaga.”
Arghhhhh, kisah dua sejoli gak pernah surut bergulir. Asmara tak kenal usia.

12 Mei 2013
Sudah tua-tua, mau bercerai. Alasannya gak cocok. Duh, gak cocok kok baru sekarang? Seperti membeli sandal kesayangan, yang sudah dipakai 16 tahun, lalu bilang, gak cocok. Bukannya semakin lama menikah, semakin erat ikatannya? Dua keluarga makin dekat, makin banyak kenangannya.
Kenapa gak dari dulu aja sih, waktu masih cakep, masih gagah, masih cantik, masih sexy.
Kan bisa lebih mudah dapat penggantinya.
Atau bisa jadi memang sudah punya penggantinya sekian lama, hanya baru sekarang berani mengambil keputusan?

13 Mei 2013
Kenapa ya kalau bercerai, anak-anak harus menanggung ke ego an ortunya? Gak dikasih ketemu sama ayah / ibu nya lah. Emang itu anak-anak lahir dari batu? Emang tanpa ayah, anak-anak itu bisa hadir ke dunia? Waktu pacaran aja I love you I need you I miss you I can’t live without you. Tapi begitu bercerai, saling menutup pintu. Kekanak-kanakan ya. Yang bermasalah orang dewasa, yang susah anak-anak. Kalau gak siap jadi orang tua, jangan menikah. Anak-anak kan punya hak untuk menikmati kasih sfayang orangtuanya. Sendiri yang membuat keputusan, nanti nyalah-nyalahin kehendak Tuhan. Sebel!

14 Mei 2013
Gak di TV, gak di koran, gak di radio nama keramat itu (ES-AF-AW) saja yang disebut-sebut. Eh.. Di medsos juga rame, enggak status, enggak comment.. Ya ampun! Apa Indonesia memang sudah kehabisan tokoh keren untuk dibicarakan? Apa gak punya topik yang lebih menarik untuk dibahas ya? Mereka dibicarakan bak ilmuwan berprestasi yang berhasil menemukan ‘Serum Anti Mati’ saja layaknya.
Seperti komentar Imay, Kayak Indomi* aja donk, selera nusantara..
*Lets stop talking about them in social media, as they are not HERO*

15 Mei 2013
I’m not sweet but I can make you *sweat*.
*jantung berdebar-debar, darah mendidih, kepala panas, telinga berasap, sulit tidur dan ingin makan orang hidup-hidup*

16 Mei 2013
Makin banyak temen makin banyak nemu sifat orang, ya makin banyak fenomena hihihiih. Barusan di sms temen lama yang udah lama gak kontak, terakhir ketemu fisik sih 4 tahun lalu, tapi mungkin nomor telfonku tersimpan baik di ponselnya.
“Ric bagi nomor KTP mu donk” Hahhh? Kemarin ada yang mau minjem rp 250juta dg jaminan KTP, nah sekarang ada yang minta no KTP doang. Ada hubungan gak sih? Karena penasaran, aku ladeni aja, siapa tau dapat ilham gitu. Hahahaha.
“Buat apa say? No KTP doang?”
Jawabnya lagi, “ya sama fotocopy nya juga, tapi nyusul aja.”,
“aisss mau beliin aku mobil yaaaa”. Biar rame. Lalu jawabnya simple “mau nyaleg.” Hadeuhhhhhhhh!!! Sejak kapan gitu ibu rumah tangga yang selalu pontang panting ditinggal PRT dan segala variannya itu, tiba-tiba berambisi punya kursi di MPR/DPR. Cepat-cepat kuacak-acak profile FBnya, wajah manisnya terpampang di profile, dan status terakhirnya di update kemarin sore berbunyi, “pembantu dimana-mana sama aja. Mau makan enak, gaji banyak, tapi kerja angot-angotan. Capeee deh.” Udah ah, mau nyengir-nyengir dulu.

17 Mei 2013
Merasa kesal dengan pasangan jutek yang tidak mau tau bagaimana repotnya kamu menghandle semua pekerjaan rumah tangga dari bangun hingga menjelang tidur? Merasa mulai angot dengan komentar-komentar dia yang makin gak punya perasaan seperti “ngapain aja di rumah seharian”. Tenang..Tenang.. Jangan keburu cemberut dulu. Berikan ia senyum yang paling manis, lalu katakan begini “aku di rumah hanya nonton TV dan bersenang-senang. Sejak kepulanganmu dari gunung Kawi 3 bulan yang lalu, ada 5 jin handal yang siap membantuku menyapu, mengepel, mencuci baju, menyetrika, memasak, dan membetulkan genteng. Makasih ya sayang. Berkat kamu, aku jadi lebih santai dan bahagia.”

18 Mei 2013
Kamu pernah mengalami pelecehan seksual terselubung di media sosial? Atau mendapati seorang sahabat mu mengalaminya? Atau kamu ingin memprotect perempuan-perempuan yang kamu kasihi agar terhindari dari perbuatan yang tidak menyenangkan berupa pelecehan seksual online di media sosial? Luangkan waktu untuk membaca ini http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2013/05/18/womanizer-atau-galaunizer-versi-medsos/
Sebuah pencerahan, bahwa perempuan tetap harus dihargai siapapun dan dimanapun..

19 Mei 2013
“Mbak, aku benar-benar ingin kenal mbak. Ingin jadi temen mbak. Boleh ya.”
> Kamu yakin? Saya ini jauh dari manis dan sama sekali gak menyenangkan, bahkan cenderung sadis. Yang namanya bongkar pasang friendlist adalah hobby. Kamu yakin nanti gak tersiksa duduk di kursi panas friendlist saya? Nanti jangan-jangan kamu meraung-raung sewot kalau suatu hari saya upload kamu ke tempat lain.

20 Mei 2013
Tersenyum-senyum geli membaca iklan besar yang menghiasi sebuah restoran chinese food di daerah kota:
“Tersedia paket murah resepsi pernikahan. Harga mulai rp 23jutaan untuk 300pax, sudah termasuk kue pengantin dan dekorasi”
Bisa dicicil atau dibayar setelah punya anak.

21 Mei 201
Ric, main film yuk. Seorang editor film mengajakku iseng-iseng. Entah basa basi entah serius ya gak tau juga.
“Peran apa? Paling juga peran antagonis bagian nyekek orang!”

22 Mei 2013
Kalau kita, nostalgia tentang masa-masa sekolah begini ; “dulu nama orangtua dibawa-bawa jadi nama panggilan. Nama bagus diganti sama yang jelek-jelek. kalau gak punya duit, pengen nonton, sampai jual celana jeans”
Nah kira-kira, anak SMP zaman sekarang nih, katakanlah ratingnya si Nate, nostalgia nya gimana ya? Hmmm..
“Zaman itu kalau mau nonton IronMan, antri tiketnya sampe eskalator ya. Paling enak itu duduk duduk di Starbuck sambil wifi-an, daripada ke warnet, sama juga abis-abisnya, cuma di starbuck kan dingin dan ceweknya cakep-cakep. Paling sebel kalau BB ke upgrade lupa back up ilang semua. Nah kalau lagi nunggu jemputan nyokap, kita rame-rame nongkrong di lobby sambil maen Minecraft rame-rame.”
Ih gak asyik ya anak zaman sekarang maennya.

23 Mei 2013
Sudahlah, jangan ngamuk-ngamuk begitu. Kamu terlihat sangat mengerikan. Tentu dia punya alasan menghapusmu dari friendlistnya. Dan kalau kamu marah kemana-mana karena itu, bukankah itu artinya dia penting buatmu? Kalau enggak penting, ngapain marah-marah, senyum aja, sambil bilang, temen gue banyak ini.

24 Mei 2013
Chat gak cocok, disapa asal-asalan, bisnis gak ada, minat gak sama, hobby beda, kerjanya broadcast sj, di delete marah, gak diapus bikin gatal mata. Jadi gimana donkkkk?

25 Mei 2013
Dulu nih, empat tahun yang lalu, saya pernah kenalan sama orang. Sebenarnya sih saya gak perduli fisik dan penampilan, mau miskin atau kaya, mau orang mana dan pendidikannya apa, selama dia nyambung ngobrolnya, dan punya respect, yuk kita bertemen. Lalu kita janjian ketemuan, karena sudah sekian lama kenal dan komunikasi. Tapi lucunya, yang tadinya dia yg menggebu-gebu ngajak saya ketemu, tiba2 jadi banyak ngeles nya. Rupanya, belakangan dia mengaku bahwa foto-foto di profile dia bukan foto asli, tapi foto boleh nyatut. Heheheh. Even penampilannya mirip Donald Bebek juga gak masalah, selama kualitas komunikasi dan respect nya tidak menurun. Lalu pelan-pelan dia sendiri yang berubah. Mungkin karena merasa tidak nyaman telah berbohong. Saya fikir, di medsos, kalau kamu mau memakai profile pic orang lain ya terserah, tapi, ada suatu waktu, kamu harus berhenti, dan jadi dirimu sendiri, ketika kamu mulai merasa nyaman berteman dengan seseorang, karena percayalah, bila komunikasi sudah bagus, fisik sudah tak lagi penting. Lebih baik, punya foto pas-pas an tapi wajah sendiri, daripada punya foto menawan tapi foto orang. hehehe.

26 Mei 2013
Dari awal saya punya account di Tagged ini (2007), saya gini-gini aja. Bikin status, dan gantian datang ke status orang. Tahun 2013, ya masih begini juga. Apa saja yang ada dalam fikiran saya, yang saya amati, saya tulis. Saya, tidak selalu manis, baik dan menyenangkan (catat tuh!). Kadang-kadang, tulisan saya bandel, genit, lucu, menyentil, menyindir, menohok. Pro kontra biasa. Warna saya tetap, readers nya saja bergonta-ganti. Jadi kalau ada orang datang, tiba-tiba marah-marah sama saya, kepengen saya nanya, loe kemana aja, dari 2007 juga udah begini, baru melek medsos loe? Hahahhahaha. Kalau nemu status unik, saya bertamu, lempar 1 atau 2 comment ringan, siapa tau nyambung dan bisa nambah temen. Dalam kurun waktu 5 tahun, ada sekitar 30 temen Tagged yang akhirnya saya boyong ke medsos yang lebih private. Tapi, sepanjang saya berkarir di Tagged, ada satu hal yg paling pantang saya lakukan “Datang ke status orang ngajak perang!” dan itu cara saya menghargai diri sendiri dan orang yang saya sapa.

27 Mei 2013
Sudah 3 hari temen musiman saya menyapa di Facebook chat. Tidak langsung saya respon karena biasanya nih, dia menyapa hanya bila ingin memamerkan sesuatu. Tadi pagi, dia menyapa lagi, dan kebetulan saya online, jadi saya balas sapaannya, dan benar saja, dia langsung nyerocos menceritakan achievement-achievement yang ia buat, tanpa menanyakan kabar saya lebih dulu. Tanpa basa-basi, saya merasa tertolong sekali dengan karakter saya yang satu ini, straight forward, saya langsung memotong pembicaraannya, “Maaf ya, bisa lanjut lain kali? Saya lagi kerja.” Dan dia menghilang, sampai jumpa lagi pada achievementmu berikutnya ya. Hehe.

28 Mei 2013
Mau sehebat, menawan dan sementereng apa kamu, harta benda dan pencapaian-pencapaianmu, selama kamu tidak mampu menghargai dirimu sendiri dan orang lain, kamu tetap menyedihkan.

29 Mei 2013
Saya senang berburu teman. Biasanya saya akan bergabung di halaman-halaman sosial yang berat, dan melibatkan diri disana, lalu saya mengincar orang-orang yang pemikirannya radikal dan luar biasa untuk saya masukkan di friendlist saya. Dan pelan-pelan keberadaan teman-teman yang hanya menabur status negatif tersimpan dari newsfeed facebook saya berganti dengan status-status bagus. Ada budayawan disana, ada sosialis, ada penulis, ada jurnalis, lengkap. Di medsos inipun, saya juga berburu sebenarnya. Biasanya saya mengamati pelan-pelan. Karena saya juga kepingin begitu saya membuka Tagged saya dan kolom Friends, mata saya dimanjakan dg status-status lucu dan bikin saya senyum-senyum. Kalau cuma untuk mengernyitkan kening, di everyone aja ya. Hehe.

30 Mei 2013
Kemarin saya memasang sebuah foto pribadi yang ‘agak sexy tapi masih dalam range sopan di BB saya’, dan rupanya teman-teman saya langsung menyerbu masuk. Dan satupun tidak ada yang mengeluarkan comment negatif. Paling banyak, “wow Ric, hasil olahraga atau diet?”, dan beberapa bunyinya “Ric, turunin ah, nanti ada yang ngambil foto kamu loh.”
Saya bersyukur, saya punya banyak orang yang perduli dan ikut menjaga saya, disaat-saat saya gagal menahan diri untuk memamerkan hasil kerja keras dan disiplin saya di media sosial dan messenger.
Jadi, saya heran, kalau ada yang memasang foto seronok dan tetap menayangkannya berhari-hari, apakah tidak ada orang yang perduli dan memperingatkan dia ya?

31 Mei 2013
Ketika kalian membenci seseorang di media sosial, maka kalian akan terus memikirkan dan memperhatikan gerak-gerik orang itu. Lalu, kalian terus ingin mencela orang itu setiap waktu. Tanpa disadari, kalian jadi terpicu untuk melakukan sesuatu yang negatif kan? Membicarakannya, menjelek-jelekkannya, bahkan kadang merencanakan sesuatu untuk membuatnya malu/susah. Otomatis, apa yang kalian fikirkan, akan mempengaruhi sikap/postingan kalian di medsos kan? Lalu, siapa yang rugi? Ya kalian sendiri. Panas setiap kali dia muncul, gemas melihat dia tetap baik-baik saja, sementara, mungkin saja, orang yang kalian benci lagi asyik bersenda gurau dengan teman-temannya. Belajar melepaskan kebencian itu, karena hasilnya hanya meracuni hati, fikiran dan tingkah laku kalian sehari-hari. Lalu, larinya kemana? Ke pancaran wajah dan postinganmu. Siapa yang seneng melihat wajah menakutkan dan membaca postingan-postingan negatifmu? Jangan-jangan orang-orang malah membanding-bandingkan postinganmu dengan si dia. Dan kesimpulannya, “Ahhhh! Jealous!”

Ric Erica
File Medsos – Mei 2013

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

2 Comments to “Bagi Nomor KTP donk! (Mei 2013)”

  1. liya says:

    Ric….aku setuju dg apa yg km tulis di tanggal 10 Mei 2013, selama ini sinetron indoensia ntu slalu bikin wanita ikut hanyut dalam kesedihan or bisa bikin wanitanya pada uring2an gara lliat sinetron yg isinya pertengkaran.
    Kenapa indonesia ga sekali2 mencontoh sinetron dari korea or jepang yg tidak selalu menguras air mata saja tpi bisa bikin ketawa and ga ngebosenin

    • Erica Mascalova says:

      Memang diperlukan penulis cerita yang kreatif dan fresh, yang bisa membuat cerita-cerita bagus gak bertele-tele dan “greget” ya Li..

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store