Tradisi Ulang Tahun

Ulang tahun, lalu mengundang dan mentraktir teman makan-makan itu baik. Tapi kalau untuk dijadikan rutinitas tahunan, rasanya kok gak cocok lagi.

Saya lebih srek jika, ada teman yang ulang tahun, lalu kami temen-temen mainnya, ramai ramai patungan untuk mentraktir kami semua makan siang bareng.
Yang berulang tahun merasa diperlakukan spesial hari itu. Mendapat ucapan selamat, mendapat kecupan dan pelukan hangat di pipi, dan mendapatkan hadiah makan siang yang menyenangkan.
Dia boleh memilih tempat yang dia sukai, at any cost, karena toh akan kami bayar ber 11.

Atau ramai-ramai datang ke rumahnya, membawa aneka makanan, si A membawa sup spesial buatan tangannya, si B membawa rendang padang yang ia masak selama 4 jam, atau si C yang pandai membuat kue membawa kue coklat andalannya, atau si D membawa es buah segar yang selalu bikin kangen, dan dengan suasana penuh kekeluargaan, kami melukis hari ulang tahunnya menjadi begitu bermakna.

Tapi saya pernah loh, diculik paksa di kos-kos an waktu kuliah, lalu tanpa ba bi bu, tiba tiba saya dibawa ke sebuah restoran steak yang termahal pada saat itu, lalu mereka pesan ini itu, termasuk sebotol wine, dan begitu bill datang, mereka menyerahkan bill itu pada saya, gak perduli apakah saya punya cukup uang di dalam dompet. Alhasil, saya harus hidup hemat dan cukup selama satu bulan, karena gak enak rasanya minta orangtua kirim uang lagi, karena uang bulanan terpakai untuk mentraktir teman teman makan di hari ulang tahun.
Belakangan sih mereka hanya bisa tertawa ngakak jika saya ingatkan peristiwa itu. Habis gimana, masih pada remaja, taunya ya hura-hura, gak mikir yang susah-susah.
Khusus pengalaman satu ini, saya pernah menulisnya dalam satu artikel khusus berjudul CELOTEH PAGI, monggo kalau ada yang mau baca.
http://ericamascalova.com/portfolio-view/celoteh-pagi/

Tradisi ulang tahun, sebaiknya sudah tidak perlu menyengsarakan yang punya hari spesial. Kadang kita dengan ringannya minta traktir, tanpa memikirkan mungkin ia juga punya sesuatu yang ingin dibelinya sejak lama untuk menghadiahi dirinya sendiri.
Mengapa tidak kita yang memberi? Sesuatu yang berkesan, di hari istimewanya, yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup.

Ric Erica
Jakarta, 4 Juni 2015

1 Comment to “Tradisi Ulang Tahun”

  1. Hendra S. says:

    Itu sih kebangetan. Mau hura2 koq kebangetan, mungkin bagi mereka hal itu bukan masalah. Bagi orang lain jadi beban yang harus ditanggung.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store