Guru Guru Unik

Tadi pagi sekilas bicara dengan teman lama yang tiba-tiba menanyakan seorang guru yang mengajar di tingkat sekolah menengah, eh ingatan saya jadi melanglang buana.

Dulu, waktu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga atas, saya masih ingat dengan sikap-sikap unik yang para pendidik lakukan kepada kami.

Guru Fisika misalnya, orangnya sangat tegas dan suka main tangan. Jika tidak bisa menjawab, plakkkk, tangannya akan mampir di kepala. Kalau gak bikin PR, dibariskan di depan papan tulis, lalu penggaris kayu yang tebal, panjang dan keras itu akan dipukulkan ke kepala para muridnya.
Coba.. dengan metode mengajar seperti demikian, bagaimana kami bisa menyukai pelajarannya? Mendengar suaranya saja sudah sebal.
Tapi anehnya, aksi beliau berjalan mulus hingga ganti tahun ajaran. Tanpa protes, tanpa pengaduan kepada orangtua, seolah olah; gaya beliau mengajar memang sudah wajar.
Setelah dewasa, gak habis fikir saya, kok bisa semua orang membiarkan kekerasan terjadi di sekolah?
Bukankah itu contoh buruk?
Bahwa, kalau ada yang gak benar, main pukul sajalah, wong pak gurunya aja demikian.
Juga gak usah khawatir dipecat.. gak akan ada orangtua yang datang marah-marah kok..
Wong orangtua murid juga sering keras sama anak-anaknya.

Guru PKK (Ketrampilan), ini juga unik.
Ia seorang perempuan setengah baya yang pemarah sekali.
Tidak boleh mendengar suara berisik sedikit, semua peralatan belajar mengajar yang ada di dalam jangkauannya akan melayang kemana-mana.
Taplak meja berikut isinya begitu mudahnya ia hempaskan ke lantai.
Kotak kapur yang lumayan berat itu akan melayang ke kepala anak laki-laki yang tidak menyimak perkataannya.
Gelas berisi air putih akan pecah berkeping-keping jika ada sesuatu yang tidak ia sukai.
Ia akan tenang jika salah satu dari kami membujuknya dan meminta maaf.
Paling sering sih saya.. wong saya dulu sering jadi ketua kelas dan pengurus OSIS.
TEMPERAMENTAL.
Kok bisa ya.. guru yang gak stabil emosi nya diutus jadi pendidik?
Mana contoh baiknya?
Kalau ada sesuatu yang tidak berkenan, ngamuk ajaaaaa.
Begitu?

Guru Bahasa Indonesia, Perempuan.
Judes, jutek, mudah tersinggung, nada suara melengking dan setiap bicara gak permah enak.
Rasanya, tidak ada cerita yang menyenangkan tentang dia.
Ia sering menyuruh salah satu dari kami untuk melakukan pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar.
Membeli obat, mencuci foto berliburnya, mengambilkan barang di mobil, pergi ke suatu tempat untuk mengambil pesanan makanan dan lain lain. Banyak!
Jika marah, mata melotot, berkacak pinggang, dan peluru kata-kata ditembakkan.
Satu kelas kena semua. Satu jam hilang begitu saja.
Dan kalau kelas sebelah berisik juga, marahnya langsung pindah. Hahahahha.
Heran saya. Kok guru yang penuh kepahitan bisa dikasih slot untuk mengajar.
Apa gak bisa bicara lembut dan manis?
Toh gak ada murid yang teler di kelas ini kan?

Guru Bahasa Indonesia lagi.
Bapak-bapak, berkacamata, dengan rambut tersisir rapj mengkilap ke belakang.
Modus an nya setengah mati.
Materi yang dipelajari adalah hal yang berbeda dengan materi yang diujikan nanti yang entah diambil dari buku yang mana, jangan-jangan ia menerbitkan sendiri.
Alhasil, kalau ingin nilai bahasa indonesiamu tidak merah di raport, les lahhhhh..
Banyak kok agen-agen nya yang bisa memberimu kursi di rumah mereka nanti.

Guru Geography.
Jangan membuat suara, jangan bergerak, jangan menunduk, jangan mengantuk dan juga jangan sampai matamu tertangkap oleh matanya.
Bisa di ‘jangka’ nya kau nanti.
Gak tau apa yang terjadi pada masa mudanya dulu.
Apa kurang piknik atau bagaimana.. sehingga ia tidak konsentrasi mengajar tanpa jangka kayu dan penggaris panjang.
Kalimat-kalimat mengintimidasi kerap dilontarkan dengan tatapan dingin yang menusuk hati, jika ada yang tidak ia sukai.
“Nanti kau mati!” – “Kupatahkan tanganmu nanti”
Coba kalau lemah jantung atau epilepsi?
Kalau sudah begini, berani cari gara-gara?
Hihihi.. kalau mau aman sih.. tahan saja nafasmu atau pura-pura saja mati.

Guru Bahasa Jerman
Jutek, galak, pemarah, berani, kasar.. wajahnya penuh amarah.. arghh… benar-benar bukan tipe perempuan yang kau ingin ambil jadi menantu.
Saya gak mau cerita banyak ah.. banyak fans berat nya di friendlist saya, nanti nyampe, saya disamperin lagi hahahhahaha!

Guru Fisika dan Matematika
Nah ini juga gak kalah garang dan panasannya.
Meski gaul, tapi jangan coba-coba berulah.
Diajak duel di lapangan kau nanti. Hahahahhahaha.

Ah.. saya jadi ketawa ketiwi sendiri pagi-pagi.
Guru guru saya yang unik, sekaligus merekalah yang mengukir memory paling kental di masanya.
Membandingkan mereka dengan guru-gurunya Nate sekarang dan kelak..
Tak mungkin mirip.
Hmmmmm…
Geli saja membayangkan ada orangtua murid yang pindah kantor ke sekolah jika menemukan ada seujung kuku anaknya baret karena disentuh penggaris atau jangka.
Hahahhahahah!

Ric Erica
Jakarta, 2 February 2015 : 10.15

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store