Asisten Pribadi

Menjemput anak sekolah selalu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Tiba di sekolah tepat waktu, duduk amteng menunggu dengan lagu lagu manis, sambil mengamati satu demi satu produk ABG keluaran tahun 2000an adalah kesenangan yang lain.

Pukul 15.00 sekolah membubarkan murid-muridnya. Saya sudah mengambil tempat parkir yang strategis. Bukan di lobby karena akan terlalu ramai dan antri. Tapi di.perempatan di bawah pohon besar, dimana anak-anak tersebut berjalan menuju mobil masing-masing yang sudah berjejer rapi. Berbagai rupa, gaya saya dapati. Tapi saya mencatat tiga yang terunik sore ini.

Anak pertama yang paling mencuri perhatian saya adalah, seorang princess yang hmm good looking. Kulitnya putih bersih, tubuh langsing dengan wajah mirip-mirip personil Jkt48. Lengan seragamnya digulung ke atas, dan ia berjalan dengan anggunnya menuju mobil mercedez hitam mengkilap s-class. Rambutnya.. ini nih.. tergerai panjang dengan potongan layer yang bagus, dan di ujung-ujungnya ikal ala gelombang korean dan sedikit di coklatkan. Ihhh tanpa saya sadari saya jadi memegang rambut sendiri yang hampir loss korean curly nya. Dibalik buku sekolah yang ia pakai untuk melindungi kulit yang bersemu kemerah-merahan kena terpaan matahari, mulussss.. tanpa jerawat
Tak lama si princess menghilang di.balik pintu dan mobil itu melaju membawanya pulang.

Lalu ada seorang anak yang meluncur dengan sepeda hitamnya yang super trendy. Sepeda profesional sepertinya. Ia mengenakan helm dan pelindung lutut yang kontras dengan seragam sekolah yang dikenakannya. Asyik dilihat, selain anak itu jadi bergerak, lincah, dan tentu dia tinggal tak jauh dari kompleks sekolah. Good job. Mengurangi polusi dan sehat.

Anak ketiga yang juga berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri, adalah seorang anak laki-laki, bertubuh bongsor, saya perkirakan sebaya dengan putra saya, melenggang tanpa membawa tas apapun. Ia terhuyung-huyung seolah berat membawa tubuhnya sendiri. Di belakangnya menyusul seorang mbak bertubuh mungil, di punggungnya tas ransel besar yang cukup berat, di tangan kirinya tas rangsum yang biasanya berisi air minum dan lunch box, di tangan kanan tas laptop dan beberapa map sekolah, mungkin project.
Di dalam mobil Alphard berwarna putih, sudah menunggu seorang supir yang langsung tergopoh-gopoh membukakan pintu untuk little boss.
Hehehheh.. asyik ya, punya asisten pribadi yang siap amtar jemput, membawakan benda benda yang memang ribet itu.

Nah ngomong-ngomong soal asisten abadi, ini dia..
Saya kerap terheran-heran loh dengan anak-anak yang meski sudah tumbuh dewasa tapi masih diurus dan dibuntuti suster masa bayi nya. Ya ya ya .. ada sih orangtua yang sibuknya luar biasa dan karena sudah cocok dengan si suster, akhirnya si nanny diperkerjakan terus untuk mengurusi anak-anak, rumah dan pembantu. Semacam kepala pengurus rumah tangga lah. Segala macam dihandle sampai maksimal.Tapi ya jadinya, lupa.. kalau anaknya sudah bertambah tinggi hingga 173cm hahahahahah dan terlihat aneh jika di sebuah mall, kemana-mana mereka akan memanggil “susterrrrrr… tolong pegangin ini donkkkk”.

Bahkan, adik saya Vinny sering bercerita tentang pengalamannya mencarikan asisten pribadi lulusan Tarki (Tarakanita) untuk seorang kenalan boss nya, dengan requirement:
- Fresh graduate
- Fasih berbahasa Inggris
- Transkrip nilai yang memuaskan
- Well organized
- Independent
- dan mau terikat kontrak kerja selama 2 tahun
- dan mau ditempatkan di London.

untuk menemani dan membantu putri kesayangan kuliah di sana.
Okelah.. sebuah kekhawatiran orangtua yang belum pernah tinggal berjauhan, nanti makannya gimana.. sekolahnya gimana, kalau sakit gimana.. akhirnya timbul kebutuhan untuk membekali putrinya seorang teman yang cerdas, terpelajar, dan bisa diandalkan kan? Separoh mata-mata jugaaa.

Awalnya exciting sekali tentunya. Belum pernah keluar negeri langsung ke Eropa yang visanya susahhh sekali. London pula. Kota dunia yang megah dan mahal. Dengan bayaran yang lebih besar daripada jadi sekretaris junior di perusahaan besar tentu saja. Siapa yang tak tergiur?
Tau job desk nya apa?
Mengerjakan tugas kuliah, menterjemahkan text book ke dalam bahasa Indonesia, hingga menyiapkan makanan, membersihkan apartemen, dan segala variannya.

Nah kan.. seru. Menghandle putri seorang yang istimewa dengan segala keunikan, kemanjaan dan kebiasaan buruk sekaligus menekan mimpi indah yang dimiliki karena sudah terlanjur terikat kontrak batin dengan sang ibu. Hihihi.

Wah sudah sore aja. Ini nih.. kebiasaan kalau menulis suka lupa. Saya pamit dulu ya. Lain kali disambung.. kalau ingat.

Ric Erica
Jakarta, 22 Oktober 2014 : 16.43
Image diambil dari Shutterstock

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store