Resensi Suka-Suka : Despicable Me

Cast :
Steve Carell sebagai Gru, penjahat dunia yang berubah menjadi super daddy untuk Margo, Edith dan Agnes

Kristen Wiig sebagai agen Lucy Wilde, partner baru Gru yang sebelumnya ditugaskan untuk menculik Gru, dan akhirnya jatuh cinta sama Gru.

Benjamin Bratt sebagai Eduardo Perez/El Macho, pemilik Mexican Restaurant yang misterius.

Miranda Cosgrove sebagai Margo, yang over protective pada adik-adiknya.

Elsie Fisher sebagai Agnes, anak Gru terkecil yang lucu, menggemaskan dan feminin.

Dana Gaier sebagai Edith, anak kedua yang tomboy.

Russell Brand sebagai Dr. Nefario, yang frustasi bekerja pada pabrik selai dan minuman Gru yang kemudian memutuskan menerima pekerjaan lain yang lebih menantang jiwa penjahatnya.

Ken Jeong sebagai Floyd Eagle, pemilik took wig.

Steve Coogan sebagai Silas Ramsbottom, pemimpin Anti-Villain League

Moisés Arias sebagai Antonio Perez, anak El Macho yang jatuh hati pada Margo

Nasim Pedrad sebagai Jillian, tetangga Gru yang sibukkkk banget menjodoh-jodohkan Gru kepada teman-teman perempuannya.

Kristen Schaal sebagai Shannon, perempuan (yang dijodohkan kepada Gru) naas itu wekekekekekekkeke

Pierre Coffin welehhhh, sebagai sutradara, dia narcis juga ya, sehingga ia mau meminjamkan suaranya menjadi Kevin the Minion, Bob the Minion, Stuart the Minion, Additional Minions, and Evil Minions. Menurut Coffin, dia meminjamkan suaranya kepada 899 minions dalam film itu. Ngirit ya Coff… *panggilan sayang saya*

**********

Argh, rupanya saya tidak bisa menahan diri untuk menuliskan resensi film “Despicable Me 2” meskipun sudah seminggu saya menahannya. Setiap saya mengintip traillernya di youtube berulang kali, hanya ada perasaan “Saya harus menulis reviewnya segera” saja. Padahal, saya tidak pernah tertarik untuk menuliskan review tentang film animasi apapun, meski film UP, Madagaskar, dan Despicable Me 1 sempat mengendap di hati sekian lama.

Sebuah sumber mengatakan bahwa pihak distributor film, Universal Studios, sempat memperkirakan bahwa film kartun keluarga tiga dimensi tersebut –yang melibatkan sejumlah pengisi suara terkenal seperti Steve Carell, Kristen Wiig dan Miranda Cosgrove– akan meraup 44,75 juta dolar AS lewat penjualan tiket di 4.003 bioskop selama minggu pertama. Dan faktanya, “Despicable Me 2″ ini berhasil meraih pendapatan kotor 229 juta dolar dari penjualan tiket pada hari Minggu pertama, setelah sebelumnya melewati perolehan 200 juta dolar pada malam yang sama. Fantastis. Hmm gak mengherankan.. Filmnya keren kayak gitu!!!

Menonton film besutan sutradara Pierre Coffin yang konon katanya (setidaknya saya belum mendengar dari mulutnya sendiri wakakkakak, siapa luh?) anak laki-laki seorang diplomat Prancis dan penulis perempuan terkenal Indonesia, NH Dini, kali ini amat sungguh menghibur dan menimbulkan rasa senang dan bahagia. Singkirkan image Gru mantan penjahat kelas dunia yang berhasil mencuri bulan dan mengalahkan penjahat psikopat yang berfantasi untuk menguasai bumi. Karena dalam sekuel yang ini, Gru yang tampil adalah seorang ayah yang baik, penyayang, yang punya masalah dengan Jatuh Hati dan segala variannya. Dan selain kelucuan Agnes yang mencuri hati, kali ini anak angkat pertama Gru, Margo, diceritakan juga bertumbuh besar dan terlibat cinta lokasi dengan anak penjahat lebay yang gemar berdansa salsa. Hiyyyyy… Dan tentu saja, Lucy, perempuan kacoganya* (maaf saya harus menggunakan bahasa kebangsaaan saya untuk menggambarkan Lucy ini. Hahaha..) yang berhasil menaklukan keras hatinya Gru justru dengan kepongahan-kepongahan yang awalnya menyebalkan tapi belakangan bikin Gru galau. Cihuyyyyy…

Cerita ini menjadi lengkap menggemaskan dengan kehadiran Minion-Minion yang berwarna kuning, dengan penampilan mereka yang kreatif, imaginatif, suara-suara aneh, ketawa busuk, wajah lugu, nakal, usil, beberapa kali membuat saya lupa, bahwa ini film tentang Gru, Despicable Me, hal-hal tercela dari seorang Gru, bukan Despicable Minions. Hmm.. sepertinya, pihak produser dan sutradara mungkin setuju bahwa hanya mengandalkan Gru, Lucy, Agnes dan Salsa Guy itu, El Macho, pemilik sebuah restoran Mexican saja, maka film ini tidak akan sarat dengan ketawa.

Namun sayangnya, eksplorasi berlebihan dengan minion-minion ini, agak saya rasakan berlebihan, dan porsi nya justru lebih banyak daripada Gru sendiri. Tapi, tak bisa disangkal, memang kehadiran minion-minion inilah yang menjadi denyut jantung film ini. Saya tertawa terbahak-bahak, berlinang airmata, hingga rahang pipi kaku ya karena tingkah laku minion ini. Ihh.. jangan-jangan gak lama lagi, akan ada film animasi khusus Minion deh. Soalnya minion ini ‘’menjual’’ banget kayaknya. Kreatif, entertaining, smart dan minion-minion itu memang menggemaskan. Ihhhhhhh coba ada dua aja di rumah, kan asyik ya..

Sulit saya menggambarkan bagaimana lucu dan menghiburnya film ini, tapi setidaknya, di bawah ini adalah scene-scene favorit saya:
1. Ketika Gru harus menyulap dirinya menjadi peri penceria pesta ulang tahun Agnes karena peri sewaan tak bisa datang.
2. Lucy menculik Gru, dan dua minions ikut menculik dirinya sendiri demi menyelamatkan Gru.
3. Ketika Gru menunjukkan ketidaksukaannya kepada anak si salsa guy yang aneh itu. Disini Gru amat manusiawi dan ‘’Despicable Gru’’ muncul cukup
kuat disini.
4. Scene Gru yang dating dengan seorang perempuan menor yang super cerewet, annoying dan super membosankan, dimana Lucy muncul seperti Hero bagi
Gru dan bagaimana mereka berdua bekerjasama memulangkan perempuan itu ke rumahnya.
5. Scene Minion yang diculik sebuah rumah ice cream dan dikirim berlibur sebelum dijadikan monster Minion. Colorful, lucu, dan sangat memikat
6. Adegan Gru kasmaran dan patah hati di hari yang sama. Ini asli kocak dan aneh banget. Hi hi.
7. Adegan Lucy yang kena demam Gru di pesawat. Duh.. bikin pengen nonton lagi. Kayaknya saran Nate mesti dipertimbangkan deh. Membeli Blueray nya.
8. Wedding day nya Gru dan Lucy. Dimana para Minions bernyanyi “Underwearrr…”

Ffiufh.. sulit melupakan film itu ya.

Film keluarga yang sangat mudah disukai. Jangan lupa rangkul putra-putri kalian dan nikmati gelak tawanya sepanjang film. Sakit kepala, sakit gigi, lapar, galau, dijamin sembuh. Highly recommended!

Ric Erica
Jakarta, 15 Juli 2013

*kacoganya : banyak tingkah, banyak gaya, gak bisa diam, banyak ngomong, lebay. Tuh terbukti kan bahasa Palembang jauh lebih efektif daripada bahasa manapun di dunia.

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store