Fast and Furious 6

Akhirnya setelah menahan hati cukup lama membaca comment temen-temen yang duluan menikmati Fast and Furious 6, jadilah hari Kamis kemarin saya memaksakan pergi seorang diri. Nanya kanan kiri sudah nonton semua, Ketinggalan deh.

Sebagai big fans nya Fast and Furious series, saya yakin penuh bahwa Fast and Furious 6 akan sangat spektakuler dan banyak kejutan-kejutan tak terduga di dalamnya, seperti halnya dalam film-film mereka sebelumnya.

Ketika melihat potongan-potongan traillernya, saya menyimpan sebuah harapan bahwa filnnya akan memikat luar dalam, secara sudah hampir 2 tahun saya menunggu Fast and Furious 6 (Terakhir Fast Five 2011), apalagi diiming-imingi berita dilibatkannya Joe Taslim, atlet Judo Indonesia, yang kebetulan juga lahir dan besar di kota kelahiran yang sama dengan saya. Mesti nonton punya!!!

Fast Furious 6, akhirnya hadir, masih dengan formula lawasnya yang ternyata masih mengagumkan, aksi balap mobil, action baku hantam super cepat, teknologi super canggih, dan bintang-bintang keren seperti :

Vin Diesel (Dominic Toretto), tampil gemilang, meski kau tidak ganteng, botak licin, dan otot badanmu kegedean (lebih cocok jadi bodyguard tauuuu) dan aksimu selalu tidak masuk akal untuk jadi seleb kesayangan, tapi, yah semua dialog yang diucapkan selalu menyentuh sanubari.
.. I love you so much, just the way you areeeee!

Si manis Paul Walker (Brian O’Conner) mantan polisi yang jadi penjahat simpatik – nah aneh kan, hanya Fast and Furious yang bisa membuat kita para penontonnya, melabel penjahat dan perampok seperti Dom dan Conner sebagai penjahat simpatik!
Conner, seperti biasa, tampil cukup simpatik, meski adegan dia masuk penjara dengan cara yang aneh, keluar dari penjara meski sudah mematahkan hidung temennya sendiri juga aneh, tapi mau gimana lagi? Wajah manis, postur keren, memang kadang mengalahkan akal sehat, bukan? Wekekke.

Dwayne Johnson (Hobb) yang bekerja sebagai Diplomatic Security Service Agent, di sekuel kali ini tampil cukup menyenangkan, secara dia sangat co-operatif dengan Dom CS. Hobb inilah yang memberikan tugas khusus kepada Dom Toretto untuk meringkus Shaw, penjahat kelas dunia, tokoh antagonis FF6. Dengan bayaran, kebebasan mutlak bagi Dom dan team.

Joe Taslim sebagai Jah (tokoh antagonis anak buahnya Shaw), aktor Indonesia sekampung halaman, meski penampilan tidak seheboh ekspektasi saya, adegan berantemmu kalah keren sama adegan berantemnya Letty dan perempuan polisi partnernya Hobbs, Elena, di peron kereta. Tapi, tetap membanggakan Indonesia punya seorang Joe Taslim, tampil di film yang selalu jadi pembicaraan di dunia. Ditambah dengan postur yang bagus, dan kemampuan bahasa inggris yang mumpuni.

Kehadiran Ludacris dan Tyresse Gibson, dua negro imut teamnya Fast Furious, yang berhasil membuat film Fast and Furious 6 ini menjadi tidak terlalu serius. Patut di acungi jempol, setidaknya mereka berdua bisa membuat penikmat Fast and Furious 6 tertawa.

Sung Kang (Han) dan si cantik Gal Gadot (Gisele), dua partner yang tampil makin matang dan seirama, dan please lah, kenapa sih suka banget deh memisahkan dua orang yang lagi ‘cinlok’ dengan kematian? Sebel! Tapi setidaknya sampai menit-menit terakhir, aku masih berharap Gisele muncul dengan kondisi berdarah-darah. Masa Dom aja yang boleh tampil pria hingga titik pertempuran terakhir? Dasar Hollywood!

Dan Michelle Rodriguez sebagai Letty, yang cukup mengejutkan dihadirkan kembali di sequel ke 6, dan meski tidak berurutan, namun cukup lengkap diceritakan siapa Letty, mengapa Letty bisa di rekrut menjadi Shaw, sehingga pencinta Fast and Furious baru tidak perlu kebingungan dengan flash back – flash back yang diambil dari Fast and Furious 4.

Dan tentu saja Luke Evans sebagai Shaw, musuh utama Dominic dan Hobbs. Karakter Shaw ini semakin kuat justru di bagian
1/4 menjelang akhir film. Awalnya, aku gak terlalu pay attention dengan Shaw. Mungkin Luke Evans harus me review lagi perannya di Fast and Furious 6 ini. (Sarannnnn boleh donk).

Ada beberapa adegan yang menjadi catatan tersendiri untuk saya.

Dibuka dengan adegan lebay balap-balapan antara Dom dan Connor yang begitu memacu adrenalin, mengambil view keindahan kota Spanyol. Kanan kiri tebing, jurang, pertaruhan nyawa di atas dua mobil super power yang melaju kencang berkelok-kelok. Lebaynya kenapa? Cuma untuk sampai di sebuah tempat tersembunyikarena Mia Toretto mau melahirkan anak laki-lakinya Connor. Ya Lebayyyyyyy! Bikin dek-dekan gak perlu!

Film Fast and Furious 6 ini amat sangat tidak masuk akal. Terutama, di bagian-bagian ketika Connor sengaja masuk penjara agar bisa berkomunikasi dengan Braga (tokoh dibalik Shaw), masa dengan mudahnya Connor masuk penjara, mematahkan hidung temennya sendiri yang adalah kepala penjara, dan bisa mendekati Braga yang juga dengan mudahnya angkat bicara tentang Shaw dan bisnis-bisnisnya yang mampu melumpuhkan dunia dalam sekejap, dan ditutup dengan kemenangan Connor tanpa babak belur. Duh, Hollywood..Hollywood.

Adegan Dom melompat dari mobil untuk menangkap Letty yang terjatuh dari tank dengan angle yang sangat keren dan prima, amat sangat gak masuk akal. Kecuali keduanya ditanam sebuah chips magnet seperti si Ironman, yang saling tarik menarik ya lain cerita.

Pertemuan Dom dan Letty ketika balapan dan menyepi di bawah London Bridge, dialog-dialog Dom kepada Letty yang mencoba membangkitkan ingatan Letty tentang bekas luka dan kebersamaan mereka di masa lalu, juga cukup romantis dan menyentuh. Dom yang Bad Guy, tapi berhasil bikin saya megap-megap kehabisan oksigen dengan gaya khasnya yang flamboyan. Ya ampun! Siniiii!

Fast and Furious 6, dengan adegan-adegan gak masuk akal itu, tetap saja memikat. Juaranya bikin kejutan tak terduga. Action baku hantamnya apik, penuh dengan adegan laga yang berbahaya, visual dan sound effect nya sempurna. Acting mereka juga natural, profesional. Melibatkan berbagai organisasi kemiliteran yang WAH, menandakan film ini digarap dengan sangat sangat serius, profesional dan total. Ditutup dengan ending yang cukup mengesankan, plus sebuah surprise yang sangat menjanjikan! Pinter banget deh kalau mau nambah fans! Awas aja tuh kalau Fast Furious 7 si ‘dia’ gak ada !!! *bungkam ah*

Overall, aku sangat happy dengan Fast Furious 6, film action spektakuler, film yang mahal, yang bisa dinikmati dengan sangat mudah dan murah. Sebuah hiburan yang menyenangkan, asyik dan tidak membosankan. Dan sebagai penulis, aku perlu mengucapkan “BRILLIANT” kepada mereka yang terlibat dalam penulisan naskah. Film yang bagus, dimulai dari cerita yang bagus kan??? Tunggu apalagi? Ayo !!!

Ric Erica,
Jakarta, 1 Juni 2013 : 12.00AM

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

4 Comments to “Fast and Furious 6”

  1. ray says:

    wah DL filmnya ga ada mba?

    • Erica Mascalova says:

      gak ada lah.. hahahahhahahah.. tapi seru juga ya kl bisa ada link untuk download filmnya.. aku cari ahhhhhhhhhhhhhhhhhh

  2. ХндХ says:

    Landasan pacunya terlalu panjang.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store