Fireworks In My Heart – Part 2

 

Pada chapter sebelumnya, diceritakan bahwa Nadya tengah menata hatinya karena pengkhianatan Rangga, kekasihnya yang ternyata telah menikah dan mempunyai anak. Pertemuannya dengan Andrea, istri kekasihnya, telah meremukkan hatinya walaupun ia masih menyimpan rasa cinta yang dalam kepada Rangga.

 

********************

Dua bulan kemudian, aku diperkenalkan oleh sahabatku dengan seorang pria yang baik, pembawaannya kalem dan pandai memikat hati. Namanya Joe. Penampilannya juga lumayan. Tidak kalah-kalah amat dari Rangga. Upst.. Aku mengingatnya lagi. Tapi entah kenapa, hatiku sudah tertutup rapat. Setengah mati aku belajar untuk menyukainya. Namun, hati kecilku selalu membanding-bandingkannya dengan Rangga. Aku benci sekali dengan perasaan ini. Sementara, Joe selalu berusaha untuk membuatku nyaman. Sebenarnya Joe pernah mengeluhkan ini kepada sahabat baikku, Marsya.

Suatu hari Marsya mendekati aku dan kami bicara dari hati ke hati.

“Nad, kamu masih belum bisa melupakan Ranggamu itu?” tanya Marsya dengan sangat berhati-hati.

Sebuah pertanyaan yang paling aku hindari sebenarnya, namun akhirnya harus kuhadapi juga. Aku mencoba jujur pada diriku sendiri kali ini dengan harapan perasaan itu bisa aku buang untuk selama-lamanya.

“Ya, aku masih memikirkannya. Di banyak waktu, bahkan setiap waktu, Sha. Aku tidak bisa berpindah hati Sha.. Dan aku benci sekali itu. Aku kasihan pada Joe. Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai kakak. Joe tau hal ini Sha?” tanyaku.

“Sangat tau Nad. Sangat mengerti. Justru itu, aku mau kita membicarakan ini. Joe sepupuku, aku kenal baik dia dari kecil Nad, dan kalau saja kami bukan sepupu, sudah kunikahi dia.” Marsya mengatakannya dengan mimik dan gayanya yang lucu. Dan aku tertawa dibuatnya.

“Ya Joe baik, Sya. Terima kasih kamu sudah mengenalkannya padaku.”

“Bukan hanya mengenalkan Nad, justru kamu wanita pertama yang aku kenalkan padanya, bahkan ketika baru hari ketiga dia kembali dari Australia..! Dan dia itu sepupuku yang paling ganteng di antara sepupu-sepupuku yang lainnya..” Marsya gemas sekali padaku.

“Oh oke.. Aku lupa bagian itu. Hehe.”

“Nad, malam minggu besok adalah ulang tahunmu dan kita semua akan merayakannya seperti biasa. Juga mungkin moment yang menentukan, kelanjutan hubungan kalian berdua. Fikirkan baik-baik Nad. Joe tidak bisa menunggu lama-lama. Dia mencari pendamping hidup Nad, bukan hanya pacar.” Marsya terlihat khawatir. Ah Marsya sahabatku sejak sekolah menengah pertama. Apa yang bisa ia sembunyikan dariku.

***************************

Sabtu, 21 Agustus 2010

“Happy birthday Nad… Semoga kamu selalu sehat, panjang umur, makin cantik, happy dan Tuhan memberkati ya.” sebuah ucapan hangat dari Joe di telfon. “Maunya aku menculikmu dari pagi, tapi kamu akan sibuk dengan saudara-saudara yang datang ke rumah kan. Jadi aku jemput kamu jam 6 ya.. Dandan yang cantik Nad, yang spesial ya…” Suara Joe tampak ringan sekali.

Menunggu sampai jam 6 itu terasa lama sekali, walaupun suara saudara-saudaraku yang bawel itu memenuhi rumah. Belum keponakan-keponakanku yang lucunya minta ampun. Yah, aku tak sabar, menunggu acara makan malam bersama sahabat-sahabat yang aku cintai, Marsya, Daniella, Tammy, Sylvia, Joe, Robert, Nev, Sonny dan Aldi. Akan seperti apa narcisnya kami nanti, foto-foto, upload di facebook dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Aku beruntung, walaupun satu persatu sahabat dekatku menikah, namun kami masih mempertahankan tradisi itu. Setiap siapapun diantara kami berulang tahun, kami akan berkumpul pada sebuah acara makan malam yang lucu.

Jam 5.00 Joe menelfon, “Nad, aku otw ke rumahmu ya. Jam 6an sampai, dan kita langsung ke Imperium Grill ya. Jangan lupa, dandan yang cantik.”

Aku hanya tertawa renyah. Baru 4 bulan aku jalan bersama Joe, dan dia selalu menyenangkan. Joe bekerja di perusahaan ayahnya sebagai Marketing Consultant, setelah menghabiskan 10 tahun kuliah dan bekerja di negara orang. Single dan benar-benar single, 37 tahun, cerdas, berpenampilan menarik, dan sebenarnya Joe masuk dalam kriteria pria pilihan, kalau saja, bayang-bayang Rangga benar-benar telah berhenti menghantuiku.

“Naaaadddd…. Joe sudah di depan tuh..” suara mama membuyarkan lamunanku. “Kamu masih lama?”

“Ya ma… Aku turun….” Aku tertatih-tatih, mengambil tas, merapikan dandananku sekilas dan turun menemui Joe.

“Hai joe…” Sapaku ringan.

“Hai… Happy birthday ya Nad. Ini baru Nad ku. Cantik. Kita jalan ya..” Joe mengusap rambutku. Aku mengangguk.

Setelah berpamitan dengan mama, kamipun meluncur ke Imperium Grill.Setiba disana, meja sudah di set untuk 8 orang, Marsya, Tamara, Sonny dan Nev sudah lebih dulu tiba. Sementara Robert, Sylvia, Daniella dan Aldi tiba 15 menit kemudian.

Kami bersantap malam dengan ceria. Kilat-kilat kamera, membingkai senyum kami, seperti biasanya. Aku memperhatikan Joe, yah walaupun Joe termasuk pendatang baru untuk sahabat-sahabatku, namun Joe tidak mengalami kesulitan untuk bergaul dengan sahabat-sahabatku yang cerewet itu.

Begitu santap malam kami selesai, kami menikmati musik lembut sambil duduk-duduk menikmati wine, dan panorama Jakarta 360 derajat pada malam hari. Tiba-tiba Joe menyentuh pundakku, dan berbisik…

“Nad, ada tamu spesial yang ingin sekali bertemu dengan kamu. Sebentar lagi dia datang.”

Aku terheran-heran dan melirik Marsya, yang sekilas mendelik ke arahku dan Joe sambil tersenyum misterius. Mencurigakan.. Aku melirik teman-temanku yang lain, mereka kompak menganggukkan kepala.

“Siapa Joe?” tanyaku pelan.

“Nanti kamu akan tau. Yang pasti, seseorang ini, sangat berharap bisa membuatmu merasa spesial malam ini. Kamu siap kan Nad? Ingat, kami semua berkumpul disini, untuk merayakan kebahagiaanmu Nad.” kata joe lagi.

“Oke…” Akupun tersenyum menganggukan kepala.Senyumku memudar sesaat, setelah melihatnya.

“Hai Nad.. Happy birthday ya. Masih ingat aku?” tanyanya pelan dan lembut, mengulurkan tangannya. Kulirik teman-temanku yang pura-pura menyibukkan diri, namun aku tau mereka memperhatikan raut muka cemasku.Aku tidak berani menatapnya. Aku takut, ia dapat merasakan betapa gugupnya aku. Aku benar-benar tidak menyukai kejutan ini. Aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa saat ini.

“Kalau kamu lupa, biar aku memperkenalkan diri sekali lagi. Hai. Namaku Rangga. Lahir bulan Juli tahun 1972, pekerjaan wiraswasta, berkantor di Casablanca, dan maukah kamu menerima salam perkenalanku?” Ia mengulurkan tangannya sekali lagi.

Aku masih tak bergeming. Seperti berada di antara masa lalu, kenyataan dan mimpi. Sangat-sangat tidak nyaman. Ah andai aku bisa menghilang.

“Aku mengerti, kehadiranku kali ini, mungkin bukan waktu yang paling tepat untukmu. Tapi, mungkin kehadiran 4 orang yang sebentar lagi akan mengucapkan selamat ulang tahun, akan membuktikan banyak hal.” kata Rangga lagi.

Aku benar-benar tidak sanggup mengerti, dan sebelum aku bereaksi, tiba-tiba Andrea, Safira, Safa dan seseorang yang …………. Aku tidak sanggup berkata-kata lagi…

“Kenalkan Nad, ini Bramanta, saudara kembarku. Dan, perempuan cantik disebelahnya, mungkin sudah kamu kenal lebih dulu, Andrea, istri Bramanta. Dan dua anak manis ini adalah anak mereka.”

Aku kaget bukan main. Tidak menyangka semua ini terjadi dalam beberapa menit saja. Joe dengan kejutannya saja belum mampu menghapus rasa gugupku, sekarang Angga dengan satu paket kejutan yang begitu menumpah ruahkan perasaanku.

“Mbak Nad… Maafkan aku ya… Mas Rangga tuh yang minta.. Dan aku gak bisa menolak….” Andrea mengecup pipiku. “Kami sekeluarga akan sangat bahagia sekali, kalau mbak Nadia, mau menerima mas Rangga kembali. Karena sebenarnya, mas Rangga sangat mencintai mbak Nadia.” lanjut Andrea lagi.

“Jadi… Orang yang aku lihat di pesta itu, Bramanta? Bukan Rangga?” Aku terbata-bata. Andrea dan Bramanta hanya tersenyum kecil.

“Lalu, Joe dan Rangga….?”

Rangga merangkul bahu Joe, mereka berpelukan dan tersenyum…

“Joe adalah sahabat karibku semasa kami kuliah di Sydney. Joe melanjutkan S3nya lalu bekerja di perusahaan advertising disana, sementara aku membantu papa di Jakarta. Ketika Joe mengatakan kepadaku, dia akan pulang ke Indonesia, tiba-tiba ide gila itu muncul, dan dengan bantuan Andrea, dan Marsya, sepupu Joe, tau-tau skenario itu berlanjut. Melalui Joe, aku tau bahwa perasaanmu kepadaku sampai hari ini tidak pernah berubah. Dan itulah alasanku datang kemari, Nadya. ” Rangga menjelaskan panjang lebar, dan tanpa sadar, aku meneteskan air mata.

“Maafkan aku Nadya. Semua aku lakukan, untuk meyakinkan diri, bahwa kamulah pilihan terakhirku. Setiap hari aku memantau facebookmu, memantau kamu lewat Joe dan Marsya, setiap sore aku pasti melewati rumahmu, untuk memastikan kamu baik-baik saja.” Rangga meraih tanganku. Teman-temanku bertepuk tangan gemuruh. Sementara aku hanya diam dan berlinangan air mata.

“Nadya Winata, perkenalkan, Namaku Rangga. Lahir bulan Juli tahun 1972, pekerjaan wiraswasta, berkantor di Casablanca, single, namun bermaksud mencari calon istri yang baik dan setia. Maukah kamu menerima aku kembali untuk menjadi kekasihmu?” tiba-tiba pertanyaan itu mengalir dari bibirnya, disaksikan oleh 12 pasang mata orang yang kami cintai.

Aku makin tersedu-sedu. Apalagi ketika Joe berkata,

“Rangga, bila sekali ini Nadya mau menerimamu kembali, jangan patahkan hatinya. Lebih lama lagi aku ditugaskan memenangkan hati Nadya, aku pastikan, kamu pasti kehilangan Nadya selama-lamanya.” Joe berkata dengan polosnya.

Aku sejenak tertawa. Marsya merangkulku dan membisikkan sesuatu yang membuat pipiku bersemu merah.

Lalu aku menyambut tangannya, tidak mengucapkan apapun, hanya menatapnya lekat-lekat. Bagiku saat ini, kata-kata sudah tak diperlukan lagi. Rangga tersenyum dengan manisnya. “Terima kasih Nadya. Aku berjanji, tidak akan mematahkan hatimu lagi.”

Tepukan tangan meriah sahabat-sahabat kami memenuhi ruangan. Semua tersenyum bahagia. Begitu juga aku dan Angga. Perasaanku berkecamuk dengan seribu warna yang tidak bisa aku ucapkan.

 

Absolutely, I have fireworks in my heart..

Ditulis dari hati oleh : Ric, Erica

Jakarta, 23 Agustus 2010: 20.35

 

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

3 Comments to “Fireworks In My Heart – Part 2”

  1. bemy says:

    T_T *kasi jempol*

  2. iDon says:

    keren keren… kejutan semuanya ahahahha
    mantab

    • Erica Mascalova says:

      Thank you Idon, ini kebeneran aja lagi lempeng fikirannya, jadi tuntas hahahaha.. kebanyakan sih, blank hahaha

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store