Antara Jakarta dan Taipei 3 : Janji Hati

Sam tersentak melihat 28 missed calls masuk dalam ponselnya. Perjumpaan ia dengan Patricia rupanya telah membiusnya begitu rupa. Ia sudah tak menghiraukan apa-apa lagi. Termasuk 28 panggilan telfon dari Taiwan dan 3 SMS bernada keras.

“Kenapa kamu tidak menjawab telfon saya? Ada apa? Jelaskan!!”
“Begitu sibuknya hingga kamu tidak sempat membalas telfon dan SMS saya?”
“Perasaan saya tidak nyaman. Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Kamu tidak pernah begini sebelumnya. Katakan Sam!”

Samuel menghela nafas. Tetap saja ketiga SMS itu tidak dapat mengalihkan fikirannya dari Patricia. Perempuan itu.. Entahlah, seperti mimpi saja. Patricia mampu menghidupkan lagi debar-debar rasa yang sudah lama tidak pernah ia miliki. Apakah ini namanya? Kasmaran? Ya, laki-laki itu kasmaran. Kasmaran pada perempuan yang hanya setahun saja ia kenal di media sosial, dan baru dua kali ia temui. Kasmaran pada pandangan pertama.

Tak dibalasnya satu pun SMS-SMS itu. Justru Samuel membuka layar i-phone nya, dan membaca pesan terakhir Patricia, “Sam, terima kasih, saya happy sekali seharian tadi.”

Sebuah ucapan yang tak pernah ia terima dari siapapun sebelumnya. “Tidakkah ini spesial? Aku mampu membuat dia bahagia.” Bathin Samuel.

Semalaman Samuel tak bisa memicingkan mata. Energi positif yang dimiliki oleh Patricia menyusup damai dan tenang dalam hatinya. Mengapa tak kumiliki saja perempuan itu? Tapi, bagaimana caranya?

“Samuel, sudah tidurkah?” Sebuah pesan whatsapp masuk ke I-phone Samuel. Dibacanya sejenak, ia tersenyum. Patricia.

“Hei, masih terjaga?”

“Aku susah tidur.”

“Kenapa?”

“Memikirkan kamu. Memikirkan semua.”

“Ya?”

“Arghhh.. I wish you are here.” Ketik Patricia lagi.

“Really?”

“But I know you can’t. Temani aku disini sampai aku tertidur, boleh?” Pintanya lembut.

“I will.”

Lalu berpuluh-puluh baris yang manis terketik begitu lincahnya, bagaimana pertemuan tadi berkesan untuk keduanya.”

“I think, I am falling in love again, Patricia” tentu tak terucapkan. Samuel tidak mudah mengungkapkan perasannya.

“I think, I am falling in love again, Sam.” Tak disangka ketikan Patricia tiba lebih dulu. Samuel terkesima. Kalimat itu persis sama yang ingin ia ketikkan untuk perempuan itu. Dan perempuan itu menghilang. Sepertinya sudah tertidur. Tentu ia tertidur dengan senyum menghias manis. Samuel yakin sekali itu.

********

Patricia menatap Samuel dengan tatapan yang tidak bisa Samuel lupakan berhari-hari kemudian. Sore itu mereka baru saja selesai menonton sebuah film di bilangan Senayan.

“Seandainya, keadaan tidak seperti sekarang, maukah kamu menikah denganku Patricia?”

Patricia mengerti arti kalimat itu. Meski terlalu dini untuk diucapkan, namun sebenarnya ia juga mengharapkan Samuel terbuka dengan perasaannya. Patricia tak mengatakan apapun, selain menatapnya sangat berbeda dan menganggukan kepalanya.

“Meski saya tak punya apa-apa?”

Patricia mengangguk pasti. “Asal jangan disuruh bertani di kampung ya..”

Samuel tertawa. Dikecupnya bibir Patricia lembut. Lembut sekali.

Patricia terpesona. Dan sore itu berlalu sungguh manis. Cinta yang tak pernah diharapkannya tumbuh, sudah terlanjut disemai.

*********

Soekarno-Hatta, 11 Mei 2012

“Kamu mau berjanji padaku, Patricia?” Tanya Samuel sesaat sebelum mobil yang ia laju tiba di airport. Ia harus kembali ke Taipei siang itu.

Patricia hanya diam. Ia sungguh membenci hari itu. 7 hari berbagi hari-hari manis dengan Sam, dan hari ini Sam harus kembali ke Taipei. Airport tampak lebih ramai dari biasanya.

“Keep on hoping, Patricia. Saya titipkan sebuah janji. Saya akan menjemputmu suatu hari nanti.” Janji hati itu terucap sudah.

Samuel mengecup pipinya lembut. Patricia tak sanggup menahan airmatanya. Sebuah genggaman tangan yang harus terlepaskan. Dan Samuel berlalu, menghilang diantara lalu lalang dan hingar bingar bandara. Separuh hatinya tinggal untuk Patricia dan sebuah janji.

To be continued,
Ric Erica,
Jakarta, 24 Mei 2013 : 22.05 PM

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store