Perempuan Berpakaian Indah

Berhubung malam ini malam Jumat, kita cerita yang indah-indah yuk..

Di tempat gym saya, selama satu minggu ini dihebohkan dengan penampakan seorang perempuan berwajah murung dan anak laki-laki kecil berusia 7 tahun di bagian dapur. Penampakan keduanya sempat juga tertangkap oleh kamera seorang teman kami yang memang sensitif dengan soal dunia sebelah.

Memang bagian dapur sedikit lembab, sepi, tidak terlalu terang dan dipenuhi banyak benda tak terpakai. Konon katanya, tempat-tempat yang memiliki ciri seperti itu disukai oleh roh karena nyaman ditinggali. Alhasil beberapa hari terakhir ini pembicaraan di tempat gym kami ya masih seputar dua penghuni istimewa itu.

Saya tidak pernah berharap untuk melihat penampakan-penampakan yang hanya membuat hati jadi gak tenang. Tapi, saya pernah punya satu pengalaman yang tidak pernah lepas dari ingatan saya. Saya cerita ya.

Saat itu tahun 1997 satu minggu menjelang Idul Fitri, ketika saya dan beberapa teman sekantor harus mengerjakan bingkisan parcel perusahaan di sebuah rumah kosong milik boss kami di bilangan Tomang, Jakarta Barat. Meski sudah lama tidak ditempati, rumah cantik dua lantai itu tetap asri, bersih dan nyaman.

Sejak pukul 10 pagi kami ber enam berkumpul dibantu dua orang office boy. Duduk melingkar sambil bersenda gurau kami mengerjakan bingkisan itu dengan senang hati dan sepanjang terang, tidak ada yang aneh yang mengusik hati.

Memasuki pukul 17.30 dimana lampu-lampu mulai dinyalakan, mulailah kami disuguhi aneka aroma yang silih berganti mengharumkan seluruh rumah. Dari lembutnya aroma melati, lembabnya tanah hingga bau tak sedap dan terakhir seperti bau bangkai yang berhari-hari dibiarkan. Ber delapan mulai gelisah tapi tak ada satupun dari kami berani membicarakannya, seolah sama-sama saling mengerti bahwa aroma yang ditebarkan bukan aroma biasa. Rasa ketakutan yang tebal memenuhi ruangan. Celotehan-celotehan lucu berganti dengan diam yang mencekam. Saya amati wajah teman-teman mulai pucat.

Posisi saya waktu itu persis menghadap tangga yang melingkar bergaya kolonial. Sementara ke lima teman lain duduk membelakangi tangga.

Ketika aroma tak sedap mendekati puncaknya, seperti ada yang mengarahkan fikiran saya, sayapun reflek melihat ke ujung tangga di lantai dua. Seorang perempuan muda mengenakan pakaian pengantin indah turun pelan-pelan menapaki tangga, dengan sebuah bouquette bunga mawar berwarna peach ada di genggaman tangannya. Saya tertegun. Lidah terasa kelu, tangan seperti tak bisa digerakkan. Saya tak bisa melihat wajahnya karena cadar putih menutupi.
Fikiran saya, ia seperti sedang menemui kekasih yang menjemputnya. Tak ada rasa takut jujur saja, hanya rasa kaget yang berhasil membungkam mulut saya hingga dua hari setelahnya.

Saya tak pernah tau apa yang terjadi di rumah itu di masa lalu. Saya tak pernah membahasnya kepada siapapun. Teman-teman tak ada yang tahu apa yang saya lihat, bahkan adik saya yang duduk di sebelah saya tak melihat dan tak merasakan apa-apa. Cerita yang diperdengarkan hanya sebatas aneka aroma yang menemani hingga kami pulang.

Saya pernah memohon dalam hati, bahwa baik saya dan putra saya tidak perlu melihat – mendengar – merasakan keberadaan mereka. Dan syukurlah, hingga hari ini kami tenang dan nyaman saja. Bukankah makin kamu takut, makin kamu memikirkannya, makin nyata mereka ada? Menurut saya, mungkin mereka ada, tapi saya tak perlu melihat mereka dan mereka gak usah bersusah payah mencari perhatian saya. Lha kita juga gak bisa ngobrol bertukar fikiran kan?

Selamat hari kamis malam.. sampai jumpa di cerita horor minggu depan.

Smileeee…

Ric Erica
Jakarta, 28 November 2013 : 22.30pm

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store