Okabe???

OKABE

 

“Jeng Retno, rumah yang 5000m yang ada mini golf, helipad dan kolam renang 2 tingkat itu jadi saya ambil ya jeng. Besok saya DP in, 30 persen dulu boleh kan jeng? Sisanya nunggu suami saya pulang dari kondangan di Milan dan Frankfurt ya. Oh ya jeng, tanyakan juga apa bisa mobil saya yang Ferrari ungu dan Bentley gading itu saya simpen dulu disana, sambil nunggu pelunasan? PING saya jeng kalau besok mau ambil cek nya…. ”

Hmmm, apa reaksi kamu pertama kali, kalau kamu mendapati status seperti itu di update di Newsfeed Facebook kamu? Sebagian mungkin senyum-senyum geli, terutama bila sudah kenal siapa yang punya status. Sebagian geleng-geleng kepala sambil berdecak kagum “tambah gila aja tuh orang..” Dan sebagian lagi mungkin menggerutu, “ya ampunnnnn, terus gue mesti bilang Wowwww gitu?” Dan sebagian lagi mungkin tertawa miris, mentertawakan diri sendiri, bisa  jadi teringat dengan seseorang di friendlistnya yang berperilaku seperti itu, atau merasa menjadi ‘tersangka’  barangkali, secara ilustrasi itu tidak terlalu jauh dengan apa yang ia lakukan setiap kali online? Yang pasti, akan ada berpasang-pasang mata  memantau berbagai comment usil yang datang membanjiri status tersebut.

Berita buruknya adalah.. Inilah topik yang akan saya angkat dalam tulisan saya kali ini. OKABE. Yang mencapture prilaku para pengguna media sosial yang makin ajaib akhir-akhir ini, dan sayang kan hal-hal yang menggelitik ini terlewatkan begitu saja? Jangan panas dingin begitu kalau ternyata ada 1 atau 2 sampling yang mirip dengan prilaku kalian di medsos ya.

Siapapun kalian, tenang-tenanglah disitu, jangan beranjak dulu dan pastikan kamu tidak mengalami ‘gegar jantung’ membaca sindiran sindiran manis dibalik tulisan ini.. Selamat menyimak…

Akhir-akhir ini saya senang sekali menjadi SILENT READER di Facebook. Online, tapi tidak melakukan apa-apa selain membaca, menyimak dan senyum-senyum sendiri membaca dan melihat berbagai postingan warna-warni di newsfeed halaman saya, yah ada yang masih narcist, makin narcist, narcist akut.. Ada yang masih exist, makin exist, dan exist addicts..Ada juga yang  baru belajar lebay sampai lebay kronis. Lengkap.. Dan seru..

Hidup berdampingan dengan lebih dari 1500 teman di Facebook saya, adalah indah. Ada sahabat berkomentar begini, “ngapain sih Ric.. Punya temen online segitu banyak. Apa iya kenal semua? Kalau gue sih yang kenal aja baru gue approve..” Waktu itu hanya saya jawab begini “Kepentingannya beda. Gue kan nulis, eloe kan masak..” Hehehhe.. Yah.. Mempelajari lika liku media sosial dengan berbagai sifat manusia, mengamati, mengcapture  beraneka rupa profile,  prilaku, karakter,  mindset dan mengabadikannya dalam beberapa tulisan tentang scene kehidupan adalah hal yang menyenangkan. Mereka, adalah sumber inspirasi yang tidak habis-habis. Menggeliat setiap detik,

Aku mengutip sedikit definisi OKB yang aku ambil dari wikipedia, dibawah ini..

Orang kaya baru atau seringkali disingkat sebagai OKB (berasal dari bahasa Perancis : nouveau riche) merupakan sebuah golongan sosial yang terdiri atas orang-orang yang dalam waktu cepat, yaitu dalam satu generasi bisa mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar [1] sehingga taraf hidup mereka setara dengan atau bahkan melebihi “orang kaya lama” atau mereka yang mewarisi kekayaan mereka. Frasa “orang kaya baru” merupakan ejekan dan memiliki konotasi negatif. Seringkali anggota golongan sosial ini dikatakan tidak memiliki selera yang baik [2] dan suka pamer serta berfoya-foya

Tapi, definisi diatas agak sedikit terbantahkan, karena mereka yang  eksis dan gemar pamer di media sosial, kadang-kadang tidak selalu dari kalangan mereka yang mendadak kaya.. Bisa jadi justru datang dari mereka-mereka yang ingin mendapatkan pengakuan bahwa mereka ‘berada”, sehingga apapun yang dapat dilakukan untuk mewujudkan ‘image’ THE HAVE, akan ditempuh.

Untuk mendukung judul dan isi artikel ini, berikut aku paparkan  hasil temuanku, sengaja yang diambil yang ajaib-ajaib tentunya…

Sampling.#1 Tanpa sebab, mengupdate schedule travellingnya di Medsos: Dicari partner untuk Travelling bareng… Schedule tahun 2013 | 13Jan – 16Jan Bangkok, Thailand | 17 Feb – 22Feb, Hongkong – China | 12 Mar-17 Mar Singapore – KL | 27 Mei – 2 June Ausie | 18 Agt – 25 Agt Korea (etc etc etc sampai akhir tahun) Ada yang mau ikut? Pertanyaannya, apa maksudnya, lalu kalau ada yang mau ikut, dibayarin gak boss??

Sampling #2 Tak ada angin, hujan dan badai, tiba-tiba memposting foto VISA Canada dan tiket PP, voucher hotel plus itinerarry schedule selama dia di sana. . dengan keterangan “uhhh packing lagi dehhhhh”.. Dan dipertegas dengan foto kunci kamar, tissue hotel, korek api, hingga slipper begitu ia tiba disana. Dipastikan, musim-musim liburan besok, akan lebih banyak lagi penampakan-penampakan serupa. Buktikan dehhh…

Sampling #3 Wall to Wall :  ”Graceeeeee (bukan nama sebenarnya), Tas LV nya jadi gue ambil deh… Kapan loe balik dari Europe say?” Hmmmmmmmm.. Bukan lebih afdol kalau di private message?

Sampling #4 (Suatu hari gak sengaja terbaca) Masih wall to wall antara 2 sahabat karib yang tiap beberapa hari sekali juga ketemu: » “Say.. Tempo hari loe ke Dubai nginep di hotel X itu kena rate berapa sih?” Yang dijawab begini: «”Kena USD 1000 include breakfast say. Kenapa?” Yang di comment begini : »”Kok bisa murah? Gue kena USD 1500 lohhhh. Loe ambil di travel mana?” Lalu di comment lagi begini : «”Ohhh.. View nya beda kali.. Gue view city.. Loe viewnya laut yaaa..” Dibalas lagi begini : »”Iyaaa gue view laut. Laki gue suka laut. Oh ya udah say.. Christmas holiday kemana?” Yang dibalas, tentu saja: «”Ah paling ke Amrik lagi ya. Anak gue demen..” Yang kemudian langsung kututup sambil tersenyum penuh arti, dan masuklah menjadi bagian dari artikel ini.

Sampling #5 Tiba-tiba memposting foto-foto benda mahal yang baru dibelinya. Ada yang berbentuk kamera profesional, sepatu sport Adidas New Arrival,  tas Prada, sepatu Manolo Blahnik hingga cincin berlian.

Sampling #6 Memposting foto koleksi make up series dan daily skin care merk mendunia, yang kalau dirupiahkan, bisa buat DP mobil..

Sampling #7 Memposting foto percakapan dia dengan seseorang yang isinya memuja-muja kecantikan, kehalusan kulit, kemolekan,cara berpakaian dan berdandannya, yang berakhir dengan info berapa besar budget dia sebulan untuk perawatan aja.. Pameran kan gak cuma pamer benda donk..

Ke tujuh sampling diatas belum komplit kalau tidak kututup dengan satu sequel cerita tentang koleksiku yang tidak kalah antik dan langkanya. Sebut saja si DIA namanya,  (sengaja dipelesetkan  dari nama aslinya supaya misterius he he), si dia yang layak sekali tampil jadi bintang tamu di artikel ku ini.

Rasanya semua orang yang ada di komunitas kami sepakat bahwa perempuan satu itu adalah iconnya OKABE. Kenapa? Tentu saja karena ‘kebahlulannya’ sehari-hari yang kerap mengundang keheranan siapapun yang mengenalnya.  Menarik kan?

Biasanya nih, kalau aku sudah mulai kehabisan inspirasi, aku mulai mencolek si DIA. Bukan apa-apa, sejak dia memiliki Blackberry beberapa bulan terakhir, dia mulai melirik media sosial sebagai media aktualisasi diri dan aksinya di media sosial tak kalah ngawur dengan sehari-harinya dia di kehidupan nyata.  Dan memang, terbukti, Media Sosial adalah lahan yang subur untuk tumbuh kembangnya kebahlulan dan ke OKABE an seseorang .. Hahahhaha.

Jadi, pada suatu hari yang *naas*, aku iseng mengomentari profile picturenya dia. Sebuah foto close up dengan make up cukup wah.

» “Mbak, kok make up nya lengkap amat sih. Mau kemana?”

« “Eh kamu Ric.. Hehe.. Enggak kemana-mana sih, hanya dinner aja di hotel Mulia sama suami dan anak-anak..” Begitu jawabnya.

« “Bagus gak Ric make up ku?” Begitu dia bertanya.. Hmmm setauku, itu pertanda, minta ditanya make up dimana gitu lohhh..

» “Agak ketebelan mbak untuk acara dinner. Make up sendiri? Emang pake make up apa mbak?” Sengaja.. Wong lagi nyari inspirasi..

« “Aku make up sama make up artist Ric.. Sama temen sendiri. Gak mahal. Cuma 750ribu.. Pake kosmetik Klinik (mungkin maksudnya CLINIQUE kali ya.).  *tuh kan..  Firasatku bener kannn?

» “Ohh pantessss mbak. Kemurahannn. Ada rupa ada harga. Nih kalau mau yang bagus, ya minimal 1.5jutaaaaa… Soft dehhh…  ” *ngarang bebas ahhhhh… Namanya juga mancing mancing*

« “Oh gitu yahhh” *pasti sambil cemberut..kecut tuhhh..*

«”Eh Ric aku mau nanya donk, kamu biasa ambil tiket sama hotel dimana? Mau donk..” minta ditanya lagi  tuh…

» “Aih aih mau berlibur ya… Mau kemana sihhh?”

« “Ah cuma liburan akhir tahun aja ama anak-anak. Rencana sih pengen ke Jepang, tapi suamiku pengen ke Ostrali. Mungkin dua-duanya.. Kan libur agak lama ya.. Ke Jepang dulu, pulangnya mampir ke Ostrali.”

Tuh kannnnn… *Naas* kannn? Maksudnya si DIA yang *naas*  jadi bintang cerita nih hari…

Yah begitulah kira-kira ke OKABE an temenku yang makin mendarah daging dari hari ke hari. Ada waktu-waktu dia bisa menenteng  buku tabungannya kemana-mana dan diperlihatkan ke temen-temen lain, lalu difoto dan dijadikan profile picture di Blackberry Messenger..

Lain waktu, dia membuat pengumuman di medsos mau membeli mobil mewah bermerk X dan bingung memilih warna.

Tuh lengkap kan?

Kebetulan saja sampling-sampling yang aku jabarkan  memang antik dan ajaib, tapi pada kenyataannya, semakin banyak saja  orang-orang yang baik secara sadar atau tidak sadar, memakai atribut OKABE di dunia maya.

Seperti penuturan teman-temanku yang sempat aku tanya tadi pagi..

“Kadang-kadang yang suka pamer di medsos itu gak selalu orang kaya loh Ric. Justru jangan-jangan mereka yang biasa-biasa aja hidupnya. Yah cukuplah..”

“Kalau orang yang memang sudah kaya sekali gak bakal ah Ric begitu-begitu. Buat apa bikin pengumuman. Orang-orang sudah tau dia kaya kok..”

“Mencari jatidiri Ric… Ingin dikagumi, ingin dipuji, ingin dianggep..”

Yah..mungkin saja mereka benar.. Toh, dalam kenyataannya, banyak juga ditemui, mereka yang memperlihatkan lifestyle yang ‘high’ di media sosial, sebenarnya biasa-biasa saja kok di dunia sebenarnya. Kebutuhan untuk diakui, dipuji dan diperhitungkan, juga merupakan salah satu kebutuhan yang essensial dalam bersosialisasi baik itu di  dunia nyata, dunia maya juga dunia gaib sekalipun  Tapi ya itu tadi.. Media sosial adalah dunia yang bebas merdeka. Mau berpura-pura, mau berbohong, mau membual, siapa yang perduli sih? Siapa yang iseng mau membuktikan? Yang penting eksis, oke dan orang-orang tau atau sepakat  bahwa dia ‘punya’. Cukuplah..

Yah inilah salah satu fenomena media sosial yang tidak dapat dipisahkan dengan semakin majunya dunia komunikasi dan sosialisasi.

Sebenarnya masih ada beberapa point lagi yang bisa kita cermati dari fenomena OKABE ini. Tapi yah sudahlah.. Capek nulisnya.. Dibayar enggak.. Dicemberutin iya… *curcol*

Sekali lagi, saya hanyalah satu dari sekian penulis yang meng capture fenomena-fenomena media sosial yang terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Saya mohon maaf bila ada pihak-pihak tertentu yang meradang karenanya.. Yah gimana.. Unik sih… *tetep gak mau disalahin*

Dengan publishnya tulisan ini, justru seperti pisau bermata dua. Di satu sisi menyentil pembacanya, di lain sisi saya harus semakin berhati-hati memposting sesuatu di media sosial, agar pisau yang sama (OKABE) tidak menghantam penulisnya. Heheheh..

Salam OKABE,

Ric Erica Jakarta, 6 Desember 2012: 14.45PM

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

10 Comments to “Okabe???”

  1. Gafar says:

    bagus nih tulisan.. keren..

    • Erica Mascalova says:

      Terima kasih mas Gafar atas kunjungannya.. Sering-sering datang ya, banyak cerita baru kok akan di posting.. bawa makanan sendiri yaaaaaa

  2. lemo says:

    ehmmmmm…..bahasan yg mnrk…………..aq suka deee……………………………lain x aq mampir lg iyaa mbaak……………….smoga ntar………ono suguhan neeee

  3. josep says:

    baru tau ada yah yg begitu,………. bahasan yang bagus, mba,…………..

  4. ilham says:

    menarik dan memang itulah realitanya

  5. Dedi Nur says:

    udah lama gak baca novel. rasanya kaya naik kora-kora, swaying over here and there ya? wkwkwkwkwkwk…

  6. Dedi Nur says:

    nah ini paralel sama aku. it’s nice to read it.

    jadi inget kutipan di film “Ask Me Anything”, generasi sekarang itu generasi yang haus pengakuan tapi malas berusaha. perhaps it adds up to the reference you got bout why people become nouveau riche

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store