M a t u r i t y

 

Maturity

Saya punya seorang teman yang emosional sekali. Apa apa perasaan dulu yang diutamakan, logika datang belakangan.
Dalam mengambil keputusan pun tidak pernah berfikir dua kali.
Semua nya serba spontan, hari itu mau, harus jadi. Biasanya setelah itu menyesal.

Baru terakhir akhir ini ia mulai menyadari bahwa karakternya yang emosional itu sungguh telah merampas sukacitanya. Ia merasa tersiksa.

Ia kehabisan banyak uang karena keputusan keputusan emosional yang dibuatnya.

Ia menyewa sebuah ruko dengan harga 75juta per tahun dibayar langsung 2 tahun di muka, lalu merasa ruko itu membutuhkan banyak renovasi dan terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

Ia membeli mobil mahal yang baru, dengan cara leasing dan baru 3 bulan terpakir di garasinya, ia merasa sebenarnya ia tidak membutuhkan mobil itu.

Ia menjual rumah yang ia tempati sejak anak anak masih kecil, untuk membeli rumah yang lebih besar di tempat yang lebih jauh, lalu ia menyesal karena daerah nya tidak aman dan akses terblokir setiap musim hujan datang.

Ia sering memaki pembantu jika ada benda miliknya terselip dan tak lama menutup telfon, benda itu ditemukannya di bawah jok mobil.

Ia sering memecat karyawan jika ada yang tidak disukainya lalu kelimpungan mengerjakan ini dan itu sendiri.

Ia tak sungkan sungkan bertengkar jika ia mendapati dirinya diperlakukan tidak seperti yang ia harapkan.

Tapi hari ini dia tiba tiba seperti mendapat bisikan entah darimana.
Ia berkata ia lelah dan ingin berubah. Ia ingin lebih relaks menjalani hidup.
Tentu saja, kami para sahabatnya, merasa bangga kepadanya.

Yah.. dewasa itu memang tidak bisa dipaksa.

Ia adalah hasil dari terpaan banyak masalah dan kesulitan. Engkau di proses, dibentuk, dilatih agar semakin kuat, bernilai dan berarti.

Universitas kehidupan.
Tempat kita belajar sepanjang hidup.
Jatuh, bangun berkali kali. Kadang bersukacita kadang pedih hati.

Apapun itu, ketika dewasa itu diraih, akan ada saatnya kamu melipat tangan dan berkata:

“Saya sudah melewati banyak hal. Masalah yang saya hadapi saat ini, tidak ada seujung kukunya kesusahan saya di masa lalu.”

Selamat menikmati hidup dengan hentakan roller coaster yang membuatmu ingin berteriak, menangis, bersorak hingga tertawa dan berucap:

“Yesssss… Saya telah menyelesaikan pertarungan ini dengan baik.”

Ric Erica
Jakarta, 10 September 2015 : 13.32
‪#‎LagiLempeng‬

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store