Kontroversi Hati Gara-gara Mas Tommy

Mendengarkan lagu-lagu balad tahun 1980-1990an selalu membawaku larut pada masa-masa sekolah di bangku SMP-SMA 20an tahun lalu.
Masa-masa gak pernah susah hati. Masa suka-sukaan sama lawan jenis pertama kali. Masa-masa menanggalkan kanak-kanak yang ada dalam diri saya untuk sebuah atribut baru REMAJA.

Waktu itu belum mengerti yang mana yang cakep, agak cakep, kurang cakep, gak cakep, jelek dan amburadul. Selama mereka mengenakan celana (bukan rok), bengal dan berambut pendek, itu artinya mereka cowok. Dan gara-gara memikirkan itu, jerawat batu mulai menghiasi kening, pipi, dan kalau lagi gak beruntung, menetap di dalam hidung!

Jadi kalau mengamati lagi foto-foto mereka zaman itu, rasanya saya kok gak punya selera yang bagus dalam menentukan pilihan kepada siapa rasa suka itu perlu dialamatkan. Kenapa dulu saya bisa seneng sama dia sih? Heran.. Muka pas-pas an, ceking suspect cacingan, ngomong belepotan, gak ada bagus-bagusnya ih.

Begitu juga dengan Tommy Page. Bintang 80-90an yang sedianya akan tampil lagi di Indonesia dalam hitungan hari. Dulu dia terlihat begitu menawan. Wajahnya bening, , rupawan dan menggemaskan. Belahan rambut gelapnya aduhai banget deh. Suaranya lembut, jernih agak gimana gitu. Tak heran jika lagu-lagu Tommy Page menggema dimana-mana. Semua orang mengaguminya, saya rasa.

Sejujurnya, album lagu Tommy Page adalah kaset barat pertama yang saya miliki menggantikan kaset lagu-lagu Liza Tanzil, Yoan Tananal dan Adi Bing Slamet. Alhasil, kaset tersebut menjadi harta benda terbaik saya selama belasan tahun bernafas, yang harus dijaga dengan hati-hati, gak boleh baret kotaknya, gak boleh sobek sampulnya, gak boleh kusut pitanya dan gak boleh disentuh oleh siapapun TITIK.

Setiap bangun pagi, belajar, makan, menjelang tidur, kaset itu diputar berulang kali. Liriknya dihafalkan dan jadi menu wajib yang harus dilantunkan setiap mandi. Bahkan saya pernah memiliki beberapa fotonya yang saya beli di plaza dekat rumah seharga rp1200,00 setiap lembarnya, diberi pigura dan diletakkan di sudut meja belajar untuk saya pandangi setiap waktu. Sedapppp!

Lengkap dengan sebuah T-shirt hitam dengan wajah Tommy Page terpampang close up di bagian depan, yang akan saya pakai kemana pun. Les, gereja, main, yang semakin sering dipakai, dijemur, disetrika, wajahnya akan semakin lebar, besar dan retak-retak. Hadeuhhhhh!

Sore ini dan sejak minggu lalu, radio kesayangan gencar memutarkan lagu-lagu beliau. Teman-teman di facebook pun silih berganti memposting video sang idola.

Saya pun memasang telinga lebar-lebar dan berusaha menyingkirkan semua memory yang melekat pada lagu-lagu doi. Dan well.. galau saya! Ini kontroversi hati yang harus saya tuangkan dalam bentuk pertanyaan!

Mas Tommy.. kok dikau bisa ngetop habis sedunia bertahun-tahun dengan bekal suara labil bening gak jelas gitu sih? Apa rahasianya? Ngedukun sama siapa?

Ric Erica, 14 November 2013

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store