Capture of Green River Killer – Sebuah Pelajaran

Sudah 2 tahun ini, aku sangat menyukai film2 kisah nyata, mengenai pembunuhan berantai. Film-film itu menurut aku sangat menarik, tidak pernah membosankan, alur ceritanya dari awal hingga pembunuh misteriusnya terungkap diceritakan dengan sangat detail dan rapi, dan banyak kejutan yang mewarnainya. Dan selalu, bagian akhir yang menjadi favoritku, yaitu ketika latar belakang pembunuhnya diungkap, mengapa dia membunuh, sudah berapa lama dia membunuh, kapan terakhir membunuh, dan siapa-siapa saja yang menjadi korbannya.

Film terakhir yang aku tonton adalah “Capture of Green River Killer”. Sebuah film yang terdiri dari 2 bagian, yang dibuat berdasarkan kisah nyata dari pembunuhan berantai gadis-gadis muda berusia belasan tahun, yang berprofesi sebagai PSK. Pembunuhan itu dilakukan dalam range tahun 1980an – 1990an” dan gadis-gadis malang itu dibuang di sebuah sungai bernama Green River.

Yang selalu aku sukai, adalah bagian-bagian bagaimana kerasnya kepolisian disana bekerja menyingkap tabir misteri dibalik berjatuhannya puluhan korban gadis-gadis muda yang tewas, dan hilangnya pulusan yang lain setiap hari.
Selalu saja, ada perdebatan panjang antara detektif-detektif yang terlibat, hingga lini atasan, apalagi setelah kasus tersebut mengalami jalan buntu. Salah tangkap, salah prosedur, salah analisa. Seru deh.. Sampai tim investigasi yang sudah bekerja sekian lama terancam dibubarkan, karena bertahun-tahun menangani kasus itu namun tidak berhasil menangkap pembunuhnya.

Dan seperti film-film pembunuhan lainnya, detektif Dave, dikisahkan sebagai family man, yang memiliki seorang anak perempuan beranjak remaja, dari keluarga yang harmonis, dan Dave terlibat secara emosional dalam kasus ini, setelah beberapa kali menemukan petunjuk yang sangat ‘kebetulan’ berarti, juga setelah menemukan salah seorang korban yang berhasil lolos, dan menghilang kembali.

Film ini lengkap. Aku sangat menyukainya. Lengkap dituturkan dari sisi keluarga Dave, yang sempat menerima teror dari pihak-pihak yang tak menyukai Dave. Dari keluarga-keluarga para gadis yang diberitakan hilang atau tewas di Green River. Dari sisi kepolisian yang tak pernah lelah mencari barang-barang bukti, dan menemukan banyak fakta yang mengejutkan namun belum juga berhasil menemukan jawabannya. Bagaimana pembunuh dengan sangat cerdas menghilangkan jejak dan mengaburkan hepotesa-hepotesa yang telah disusun. Bagaimana para gadis-gadis PSK mengatasi ketakutan mereka. Dan sisi persahabatan Helen dan Nat yang erat(salah satu korban pembunuhan). Dan sisi yang menggambarkan kehidupan malam para PSK yang bergaul dengan ketakutan dan maut setiap malamnya, sejak pembunuhan Green River menghantui Washington, begitu mereka menyebutnya.

Pembunuhnya, terungkap setelah / dalam kurun 20 tahun sejak kasus itu dibicarakan, sempat ditutup dan dilupakan karena tersangka pembunuh yang tertangkap pada tahun 90 akhir, adalah bukan pembunuh yang sesungguhnya.
Apalagi sejak Dave dicopot dari jabatannya, dipindahkan ke jabatan yang lebih tinggi, lalu tim investigasi dibubarkan dan hanya Faye (detektif wanita berkulit hitam, partner Dave yang ikut menyelidiki kasus ini dari awal) terus setia mendukung dan menyibak kasus ini.

Film ini juga menceritakan, siapa Garry, pembunuh sesungguhnya. Bagaimana masa kecilnya, bagaimana pernikahan-pernikahannya terdahulu dan mengapa akhirnya Garry mempunyai hobby membunuh semua PSK yang dikencaninya. Sekilas, Garry terlihat seperti orang yang tak berdaya, baik dan tidak mempunyai masalah kejiwaan. Sebelumnya Garry pernah ditangkap oleh Dave dan tim, diambil DNAnya, namun bukti tidak cukup kuat untuk memasukkan Garry ke dalam penjara. Dave cs malah menangkap tersangka lain namun memilih jalan bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya. Kasus pun ditutup.

Kebanyakan film pembunuhan yang aku tonton, adalah kisah nyata. Didokumentasikan dari beberapa kasus besar yang menyita perhatian publik Amerika. Didedikasikan untuk para keluarga korban, dan pihak-pihak yang membantu berhasilnya kasus itu diungkap.
Over all, aku sangat kagum dengan film ini. Walaupun film yang pertama kali di release tahun 2008 ini tergolong film lama, namun kisahnya bagus. Tidak pernah usang. Mengajarkan banyak tentang hidup. Highly recommended.

Aku menyimpulkan, justru orang-orang yang mempunyai hati untuk menjadi psikopat, adalah orang-orang biasa yang penampilan dan sikap sehari-harinya sangat normal. Mereka punya pekerjaan tetap, bergaul dengan normal, mereka juga percaya diri, sikap dan cara mereka berbicara juga baik. Namun, umumnya memang mereka pernah mengalami kepahitan di masa kecilnya. Entah mereka pernah menyaksikan ibunya kerap dipukuli ayahnya, atau sebaliknya. Entah, mereka pernah disakiti oleh orang tuanya, atau dilecehkan oleh orang dewasa yang mungkin kerabat sendiri, yang menimbulkan kepahitan dan sakit hati mendalam.

Pelajaran yang aku tarik dari film “Capture of Green River Killer” adalah, kita tidak pernah tau, ciri-ciri seorang psikopat. Mereka tidak akan membuat pernyataan “Hellooo.. Hati-hati, saya psikopat berdarah dingin.” atau mereka akan memasang plang di leher mereka “Saya tidak segan-segan membunuh kalau disakiti.” Mereka ada di sana, di masyarakat, dan bebas berkeliaran. Kita tidak pernah tahu, orang yang kita temui di pasar, di jalan, di mall, apakah mereka psikopat atau bukan.

Tapi, satu yang kita tau, Psikopat yang menyukai anak-anak di bawah umur, makin banyak. Penculik anak-anak dan kasus-kasus nya makin sering kubaca dan kudengar di koran atau media elektronik. Mereka ada di mall, di toilet umum, di lingkungan sekolah, bahkan di lingkungan rumah sekalipun. Maaf, bukan untuk menakut-nakuti, tapi WASPADALAH. Jaga anak kita baik-baik, jangan lengah, kecuali anak kita memang sejago Dre Parker di Karate Kid Movie, yang biarpun sudah cedera patah kaki, namun tendangannya tetap maut..
Jangan sampai kemalasan dan kelengahan kita, membuahkan penyesalan seumur hidup.

Salam,
Erica Mascalova
Jakarta, 14 Juli 2010: 20.55PM

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store