Buku dari seorang Sahabat oleh Dahlan Khalid

 

Setelah dbuat cukup resah menunggu kiriman paket berupa buku yang tidak jua kunjung tiba setelah hampir sebulan dikirim, akhirnya buku istimewa itu sampai jua di tangan saya. Saya sudah cukup sering mendapat kiriman buku (dengan terlebih dulu membeli secara online tentunya), namun buku yang saya nanti kali ini lebih istimewa ketimbang buku-buku sebelumnya karena dikirimkan langsung oleh penulisnya.

Perkenalan saya dengan penulisnya bisa dibilang cukup unik karena terjadi secara tidak sengaja. Kejadiannya sekitar lebih 5 tahun lalu. Saat itu saya memasukkan Kick Andi, salah satu acara tv favorit saya, ke dalam bar pencarian Facebook. Dari daftar hasil pencarian, tepatnya di urutan ke 3 di bawah Kick Andi dan Andi F. Noya, ada Ric Erica. Saat itu saya pikir mungkin dia orang management atau rumah produksi Kick Andy. Saya coba kirim permintaan pertemanan ke dia dan dikonfirmasinya. Boleh dibilang dia korban dari random friend requests. Hehehe…

Kelak di bekang hari saya baru tahu ternyata dia bukan dari management atau rumah produksi Kick Andi, melainkan sama seperti saya, penyuka acara Kick Andi. Namun satu yang membanggakan ternyata dia seorang penulis yang sejak remaja tulisannya sudah berhasil menembus beberapa majalah remaja dan perempuan.

Saya mulai tinjauan buku ini dari aspek luar, perwajahan covernya tampak unik dan berkesan modern dengan warna-warna cerah.  Terdapat gambar seorang perempuan muda dengan dress putih yang duduk di belakang meja berwarna putih. Uniknya, gambar perempuan yang menempati sisi kanan sampul muka ini hanya sebatas leher. Kemudian di bawahnya tertulis judul “Kirana…”

Penulisan Kirana dengan tiga titik di belakangnya ibarat menggiring pembaca untuk menyebut nama seseorang dengan nada bergumam. Entah apa maksud dari teknik penulisan judul semacam itu. Atau mungkin saja penulisnya ingin bilang, “Seharusnya judul buku ini tidak hanya Kirana. Jika kamu penasaran dengan  kelanjutannya, silakan beli, bawa pulang dan baca di rumah.”

Pada sampul belakang yang didominasi warna merah muda terdapat catatan dari penerbit, foto penulis beserta sedikit catatan kepenulisannya.

Perwajahan sampul muka dengan perpaduan warna-warna cerah, gambar  perempuan muda tanpa kepala, serta penulisan judul yang tidak lazim sudah merupakan modal awal yang bagus yang diharapkan bisa membuat calon pembaca “tersentuh” kala pertama memandangnya, tertarik melihat dan seterusnya ia berminat membeli.

Melangkah ke isi buku, mengutip kata pengantarnya: “…..penulis perempuan yang menemukan passion-nya untuk menulis banyak hal tentang perempuan, dan membidik berbagai fakta nyata dalam kehidupan perempuan untuk dituangkan dalam kotak-kotak fiksi.”

Nyatalah benar nukilan di atas. Sebagian besar dari kedelapan belas cerita pendek bertemakan perempuan, pandangannya sebagai seorang perempuan dan refleksi keperempuanan. Ada kalanya penulis melihat aspek perempuan dengan memposisikan dirinya sebagai pria seperti dalam cerpen “Kirana…” yang sekaligus dijadikan oleh penulis sebagai judul buku. Demikian juga yang dilakukannya pada cerpen “Perempuan Kedua”.  Dalam 2 cerpen ini penulis mampu merangkum cerita dari sudut pandang pria.

Dalam kisah “Kirana…”, bercerita tentang tokoh Aku (Jo) dan Kirana, dua orang yang berteman sedari SMA. Setelah berpisah selepas tamat SMA, beberapa tahun kemudian mereka bertemu kembali sebagai teman kerja. Mereka cepat akrab. Bahkan lebih akrab dibanding jaman SMA yang sebatas bertukar senyum bila kebetulan bertentang mata di depan kelas atau kantin. Dengan seringnya mereka bertemu, membuat Jo memendam rasa lain selain pertemanan. Keadaaan menjadi sulit buat Jo karena ia telah punya kekasih bernama Youva.

Tidak terdapat kejutan berarti menuju ending cerita. Dalam arti, kesudahannya membuat pembacanya tersenyum simpul dan senang karena jalan ceritanya sama seperti yang diharapkan pembaca. Happy ending. Namun dengan deskripsi tentang konflik, jalinan cerita, juga dialog antar kedua tokoh yang diceritakan dengan mengalir indah, bisa membuat pembaca untuk setia menyusuri kata dan kalimat hingga ke akhir cerita.

Melangkah ke cerpen lain, saya memilih cerita yang berjudul “Melly dan Lizzy” yang bercerita tentang persahabatan dua wanita yang sama-sama berprofesi sebagai sekretaris di satu perusahaan yang sama. Lizzy digambarkan sebagai sosok wanita  cantik, periang, mudah bergaul dan jenaka. Berseberangan perangai dengan Melly yang manis namun pembawaannya tenang, sabar dan lugu. Persahabatan kental mereka selama 3 tahun mulai terusik dengan kehadiran Rafael, anak bos mereka. Lizzy langsung jatuh cinta kala pandang pertama pada Rafael. Sayangnya ternyata Rafael lebih memilih Melly dan terang-terangan meminta pada Lizzy untuk membantunya mendekati Melly.

Bagaimana nasib persahabatan keduanya? Apakah Melly melewatkan peluang mendapatkan Rafael? Pria dengan pesona kriteria 3T (tinggi badan, tinggi pendidikan, tinggi penghasilan), kriteria yang konon bisa membuat wanita profesional rela memperpanjang masa lajangnya guna menanti momen dihampiri pria berkriteria begitu. Penulis mengeksekusinya dengan ending yang mengejutkan, dengan moral cerita tentang pentingnya menjaga persahabatan di atas konflik cinta segitiga.

Berlanjut pada judul pilihan saya berikutnya, yakni “Perempuan Kedua”. Dari judulnya pembaca sudah bisa menebak temanya tentu tentang perempuan yang menjadi istri kedua, atau istri simpanan, atau selingkuhan. Diceritan kehadiran seorang perempuan cantik yang menjadi penghuni baru di satu komplek perumahan menjadi bahan gunjingan dan cibiran dari warga setempat, terutama ibu-ibu, karena ditengarai dia merupakan istri simpanan dari seorang pria yang usianya jauh lebih tua. Suatu malam rumah pasangan warga baru itu didatangi seorang perempuan yang memaki-maki di depan rumah, sampai semua tetangga tahu bahwa memang benar perempuan muda warga baru itu adalah istri simpanan.

Sebenarnya tema semacam ini sudah sering diangkat di cerpen, novel ataupun film. Tetapi pada cerita ini menjadi unik karena jalan ceritanya dikendalikan dari sudut pandang tokoh pria muda yang masih lajang bernama Anto.

Ditangan penulis yang piawai membangun daya emosi dan imajinasi pembaca sehingga pembaca seakan ada dalam cerita, mampu membuat cerita dengan tema membosankan menjadi sebuah cerita yang menakjubkan.

Masih ada belasan cerpen menarik dengan  tema bervariasi lainnya, antara lain: Ping!!!, Bias Pelangi di Matanya, When Love Touch You Again, One Night, Panggil Dia Citra, Antara Jakarta dan Taipei, dan lain-lain. Kesemua kisahnya memiliki keunikan dan kedalaman pesan yang berbeda dan menyentuh.

Buku kumpulan cerpen ini ditutup dengan 2 cerita yang melibatkan langsung penulisnya sebagai tokoh utama, dengan judul “Cinta Monyet” dan “Nasib Anak Kos”. Cinta Monyet bercerita tentang ikatan emosional paling mendasar dalam diri manusia, yakni tentang kenangan terhadap lingkungan dimana penulis dilahirkan dan dibesarkan. Disitulah tersimpan segala kenangan masa kecilnya bersama orang tua dengan segala kasih sayangnya, dengan saudara-saudara dan teman sepermainan, dengan rumah dimana dia dilahirkan, dengan lingkungan yang akrab dia kenal sehari-hari.

Adapun Nasib Anak Kos, apalagi kalau bukan tentang kenangan dan suka-duka menjadi anak kos saat melanjutkan pendidikan di kota lain.

Keduanya ditulis dalam bahasa sederhana yang dipenuhi dengan unsur humor dan olok-olok yang bisa membuat pembaca selain menjadi sedikit tahu riwayat masa lalu penulis, sekaligus juga tahu bahwa dia seorang humoris yang melakukan beberapa “kegilaan” di masa muda untuk ditertawakan setelah dewasa. Hahaha…

Overall, seperti ungkapan dari penulis di setiap akhir tulisannya, “Ditulis dari hati” maka tidak heran jika hasil karyanya mampu menyentuh dan meninggalkan kesan di hati pembaca. Buku kumpulan fiksi dari penulis yang semakin menjadikan aktifitas menulis sebagai suatu kebutuhan dan keharusan, layak dipertimbangkan sebagai pilihan bacaan sebab cakupan dari buku ini mampu memancing daya emosi dan imajinasi pembaca dan tentunya menghibur.

 Muhammad Dahlan Khalid
Seorang sahabat dari Tanah Grogot, Kalimantan Timur

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store