Blind Date Gagal

Tadi sore saya berbincang-bincang dengan seorang teman lama tentang kisah-kisah blind date di masa lalu. Dengan bangganya kami menceritakan pengalaman-pengalaman memalukan seputar blind date hingga kami tertawa terbahak-bahak. Funny.

Yah, Blind Date di masa lalu gak semudah Blind Date di masa kini. Kalau sekarang, kalian tinggal mencari profile nya di Facebook atau Instagram dan lewat tulisan / gambar, maka dengan mudahnya kalian bisa menebak seperti apa pasangan Blind Date mu. Apakah asyik, narcist, pecicilan, lebay, agak “teroris” dan lain sebagainya.

Zaman dulu Blind Date ya Blind Date sungguhan. Hanya mengandalkan intuisi yang bisa diserap dari suara, intonasi dan kualitas komunikasinya.
Duh, saya jadi teringat, pernah Blind Date dengan seseorang yang narcist nya gak ketulungan. (-semoga dia gak ada di friendlist saya ya- celingak celinguk).

Dengan percaya diri, dia selalu berusaha meyakinkan saya bahwa wajah, kulit yang putih, tatapan mata yang tajam bersinar-sinar serta senyum kharismatik nya adalah hal terbaik yang ia miliki. Ya, saya percaya-percaya sajalah. Namanya juga masih lugu.

Akhirnya setelah berkomunikasi cukup sering, kami mengatur jadwal bertemu beberapa minggu kemudian, hanya karena saya ingin tahu seberapa gantengnya sih itu orang, dan darimana datangnya itu pede sampai tiga truk gandeng penuh!

Karena ada firasat-firasat gak enak, sengaja saya mengajak teman dekat, supaya bisa sikut-sikutan geli dan terhindar dari bete sendirian kalau terjebak dengan rasa kecintaan dan kekagumannya pada dirinya sendiri.
Sebuah restoran franchise dipilih karena praktis dan sesuai kantong.
>> Please deh, dulu Starbuck belum ada kaliiiiii…

Ealah.. bener saja dugaan saya. Antara kenyataan dan pengakuan seperti Timur dan Barat jauhnya. Jika dia pernah meng-klaim bahwa yang paling menarik dari dirinya adalah wajah dan senyumnya, tapi kok kami sepakat bahwa jambul jadulnya lah yang paling menarik dari dirinya — UNTUK DICELA.

Rasanya itu Blind Date paling acak adul dalam sejarah. Teman saya mengomel-ngomel saja sepanjang perjalanan pulang. “Ngabis-ngabisin waktu aja. Menuh-menuhin memory tauuuu. Sudah tau orangnya kayak gitu, masih aja dijabanin. Ngajak-ngajak lagi.” yang membuat saya agak kesulitan melibatkan dia lagi dalam proyek-proyek Blind Date saya berikutnya.

Lalu ada lagi blind date gagal dengan seorang staff dimana atasan saya menjadi member di organisasi yang ia handle. Namanya bagus, kebarat-baratan. Suaranya bagus, lembut, romantis. Perhatian lagi. Dan zaman itu radio sangat berjaya-jayanya. Dia sering mengirimi saya lagu-lagu cantik dengan ucapan-ucapan yang manis. Dalam bayangan saya saat itu, orangnya pasti tinggi, putih, lucu, berlesung pipi, berdagu belah dan romantislah.

Lalu, suatu hari pada saat saya menemani big boss meeting di club nya, kami memutuskan untuk bertemu. Sungguh di luar harapan. Ia tidak setinggi yang saya bayangkan. Tidak seputih yang saya harapkan, bahkan saya lebih tinggi sedikit dari padanya. Tidak berlesung pipi juga, dagu belah harus say good bye, dan dia sama sekali tidak lucu. Melihat saya saja gak berani, wajahnya pucat seperti melihat hantu. Tapi, mau gimana lagi? Mana sudah sempat gombal-gombalan dan geer-geer an di telfon kan? Masa menghilang begitu saja? Fffiuhhh.

Akhirnya saya kapok dan berhenti Blind Date-Blind Date an. Memang harus ada yang jadi tumbal untuk menghentikan sebuah hobby. Huahuahua.

Psstt.. selain dua kisah Blind Date gagal di atas, saya masih menyimpan beberapa cerita yang gak kalah hancur dan lucunya. Kapan-kapan saya ceritakan ya, itu juga kalau saya niat, mau dan ingat..

Ric Erica. 22 November 2013 : 20.35

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store