Berteman dengan Mantan

Indah sekali judul tulisan saya kali ini ya, secara dimana-mana berteman dengan mantan selalu sulit untuk dilakukan. Bahkan ada loh yang yakin sekali berkata, “Lebih baik berteman dengan JURIG sekalian daripada berdamai dengan dia.”.
Agak aneh sih.. emang ada gitu JURIG yang nyaman dipandang dan asyik diajak bertukar fikiran?

Hmmm.. tapi gimana ya.. susah-susah gampang sih berteman dengan mantan. Saya juga sulit berteman dengan mantan saya dulu waktu sekolah. Susaaaah bener mutusinnya. Padahal yang lebih cakep, lebih pintar, lebih baik ya banyaakk. Tapi baru bilang ‘kita pu…’ eh si dia sudah baret-baret tangan pake silet. Baru ngomong ‘aku mau pu…’ darah sudah mengucur dari lengannya. Jiahhhh… horor banget.. meski gak mati-mati. Mending kabur ajalah.. lalu belakangan beberapa tahun silam, dia sempat menghubungi saya berkali-kali. Tapi meski di jam-jam tak lazim dan bicaranya tidak baik. Nah itu jadi salah satu alasan mengapa saya gak bisa berteman dengan nya sampai hari ini.
*eh kok jadi curhat sih?*

Tapi, saya mencatat beberapa alasan mengapa seseorang tidak mau berteman dengan mantannya, dalam berbagai versi.

Versi narsis:
Ia takut mantannya jatuh cinta dan tergila-gila lagi kepadanya.

Versi Selfie:
Mantan merasa minder dan malu hati melihat ia sekarang keren, mandiri, sukses dan populer. Atau ia merasa cemburu melihat mantannya bahagia.

Trauma Marissa (judul sinetron tahun 90an):
Terlalu banyak kenangan yang tidak manis yang menyebabkan sakit hati yang mendalam. Perselingkuhan. Pernah terjadi kekerasan fisik.

Versi orang ketiga:
Kecemburuan pasangan sekarang terhadap mantan. Makanya pak dan bu, gak usah kerajinan cerita-cerita tentang mantan. Bilang saja, “Hanya kamu yang pertama dan terakhir.” atau “lumpuh sudah ingatanku sejak ketemu kamu.” Titik.

Versi ‘drama FTV’:
Putusnya karena direbut teman baik sendiri yang rupanya pernah jadi mantan pacar pasangan yang sekarang. Dan si mantan pernah affair juga sama rival di kantor. Ruwet.

Versi Bollywood:
Pernah ditipu dan menderita kerugian materil yang cukup besar.
Atau ada persengketaan antara dua keluarga.
Rupanya ada dendam kesumat dari ayah si mantan karena kekasihnya pernah direbut oleh calon besan.
Hadeuh!

Versi Mistik:
Dulu pacaran karena pengaruh guna-guna/santet. Ada lohhhh!!!

OBSESSED:
Mantan susah move on. Inginnya nostalgia terus. Ingin kembali menjalin tali asmara dalam bentuk yang berbeda. Sementara yang lain sudah tidak memiliki rasa apa-apa lagi.

Dan terakhir, ya si mantan memang ANEH dan kekanak-kanakan aja. Masa sudah lewat belasan hingga berpuluh tahun bahkan sudah punya kehidupan masing-masing kok gak bisa melupakan dan bersikap biasa.

Ada yang mau menambahkan?

Ric Erica
Jakarta, 7 February 2014

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store