Nate goes to Oxford?

Anak saya, Nate, duduk di kelas 8 sebuah sekolah swasta di Jakarta. Mimpinya, masuk Oxford University England. Tak berani saya membayangkan mimpinya. Bekerja keras pun tak akan sanggup saya mewujudkan mimpinya.

Agar tak membunuh semangat dan cita-citanya. Saya mengatakan ini kepadanya.

“Mommy mungkin tak sanggup mengirimmu ke England. Biayanya tentu mahal sekali. Tapi, kamu tetap bisa sekolah di England dg scholarship. University mungkin saja mau mensuppportmu memberikan asrama di lingkungan university. Mommy pun akan fight mengantarmu kesana. Tapi untuk itu, kamu harus bisa menarik perhatian mereka dengan performance yang istimewa. Nilai yg fantastis, attitude yang bagus dan karya karya penulisan yang mengagumkan. Dan itu semua dilihat sejak grade 8 nanti. Apakah kamu mau?

Ia menganggukan kepala. Entahlah apa yang sedang ia fikirkan. Namun, ia harus terus di panasi. Berhasil atau tidak, urusan nanti. Yang penting, anak yang baru akan berusia 13 tahun bulan oktober nanti, sudah berani bermimpi dan menggantungkan cita-citanya setinggi langit.

Bukankah semua orang boleh bermimpi? Bagaikan pungguk yang merindukan bulan. Mungkin kalimat itu yang kerap kami dengar. Tapi siapa tau pribahasa itu hanya berlaku untuk orang-orang yang bermimpi tapi tak pernah melakukan apapun kecuali berkeluh kesah.

Ric Erica

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store