Mata Pelajaran Khusus

Pagi-pagi saya sudah ngomel-ngomel.
Sindrom anak tunggal demikian akutnya berdiam dalam jiwa putra saya, dan harus segera saya cungkil agar tidak mendarah daging hingga ia dewasa.

1. Rumah bisa gelap gulita dan hanya kamarnya saja yang terang benderang, jika saya terlambat pulang. Jendela dan louvre tetap terbuka lebar.

2. Koran pagi tadi hanya diinjak ketika ia perlu mengambil bendanya yang tertinggal di dalam mobil. Boro-boro diambil dan dimasukkan ke dalam rumah.

3. Bangun pagi, mandi, sikat gigi, obat jerawat, make up bed room dan meletakkan pakaian kotor di keranjangnya, hanya slogan. Spanduk sepanjang 2meter pun tak akan mempan. Perlu diawasi secara terstruktur, sistimatis dan masif. Harus saya gugat kemana nih?

4. Mau bunyi telfon, bunyi bel, atau suara orang memanggilpun hanya terdengar seperti gemerisik daun yang ditiup angin sore.

5. Hanya keluar kamar jika lapar.

6. Sedikit sedikit ma.. ma.. ma.. mana sepatu aku.. mana ikat pinggang aku.. mana kaus kakiku.. celana jeans aku kok gak ada… sandalku tarok dimana..handukku basah.. bla bla bla.

Individualistis.. gak perduli pada hal-hal lain di luar dirinya sendiri. Gak mandiri. Apa apa mesti diaturi. Bagaimana ini?

Hari ini komplit semua saya tumpahkan. Dari A-Z, seperti mengajari mata pelajaran khusus MANNERS di sekolah kepribadian. Tak ada yang luput. Sekalian aja. Satu paket. Kalau ada yang ditunda bisa kelupaan kan?

Dan ini reaksinya.

Ia hanya mendengarkan, dengan mata yang bulat jenaka, tangannya diturunkan, sekali-kali menganggukkan kepala seolah setuju dengan omelan saya.

Ketika saya tanya, ‘gimana? Bener gak yang mommy bilang?”

Dia hanya berkata tiga hal:

1. “Apa hubungannya sih lupa sikat gigi, jerawat, ketombe dengan mengambil koran? Kalau marah itu fokus donk.”

2. “Bagaimana kalau seminggu dua kali kita evaluasi. Supaya komunikasi mommy sama aku lancar gitu?”

3. “Kalau mommy marah, mommy gak ada cantik-cantiknya tau gak..”

Meninggalkan saya senyum-senyum sendiri dan langsung mentraktirnya nasi hainam campur istimewa kesukaannya. Baikan yuk..

Ric Erica
Jakarta, 30 Agustus 2014 : 11.26

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store