Ia Mengajariku

Setiap hari pasti ada sesuatu yang saya ajarkan pada putra tunggal saya.

Terlalu banyak yang harus diajarkan, sehingga seringkali disisipkan dalam percakapan sehari-hari.

Agar makan selalu rapi, agar meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, mengajarnya disiplin, tidak bosan-bosannya mengingatkan agar membuang sampah pada tempatnya, agar tidak berantakan, kesadaran akan kebersihan pribadi, agar selalu mengucapkan kata maaf bila merepotkan seseorang atau membuat seseorang susah, mengucapkan salam / terima kasih kepada pembantu, satpam sekolah, guru, petugas kantin atau siapapun yang ia temui setiap hari.
Dan banyak hal yang tidak akan cukup bila disebutkan satu per satu.

Namun, rupanya, bukan ia saja yang belajar dan saya yang mengajari. Sering kali justru saya yang belajar dari putra saya.

Seperti kemarin, ketika saya memintanya mematikan semua peralatan elektroniknya dengan nada sedikit tinggi (karena jengkel beberapa kali meminta tapi tidak juga dikerjakan).

Ia berkata begini, “Mommy kesal ya kalau mommy minta aku melakukan sesuatu tapi gak aku kerjakan?”

Saya berkata, “iya kesal. Sampai harus berulang-ulang tau gak. Ini sudah jam berapa?”

Dia berkata lagi, “mommy tau gak kalau aku sudah tau..dari mommy ngomong pertama kali?”

Saya menjawab, “tuhhh.. kamu tuh dengar tapi cuek. Ini nih yang bikin mommy mesti keras sama kamu.”

Dia menjawab lagi, “gak juga. Aku hanya gak suka mommy ngomong dengan perintah-perintah aja. Kalau mommy bisa ask me nicely, aku juga pasti akan do it nicely loh.”

That’s it! Ditegur begitu membuat saya tersentak. Saya diajari sama anak saya. Hal-hal kecil yang tak kalah pentingnya, sebagaimana saya mengajarkan hal-hal kecil tentang hidup kepadanya.

Membuat saya bertanya kepada diri sendiri. Mana yang lebih dulu. Orang tua keras lalu anak memberontak. Atau, anak sulit diatur maka orang tua jadi keras?
Mungkin ia menjadi sulit, karena ia tidak suka dengan gaya saya bicara. Cenderung seperti tentara gagal mungkin di matanya?
Atau mungkin karena memang saya yang terlalu ingin apa apa rapi dan sempurna?
Bukankah melelahkan ya punya ibu perfectionist?
Sama melelahkan nya gak ya jika anak memberontak?

Setidaknya, saya mengantongi satu pelajaran bagus. Remaja tidak suka di dikte dan mendengarkan nada suara yang keras atau tinggi.

Dan saya bersyukur, artinya putra saya percaya kepada saya. Bahwa dengan membicarakannya, ia percaya saya akan merubah cara saya. Bukan saling membuat banyak keadaan dan hubungan menjadi buruk.
Saling berteriak, saling mendiamkan, berjarak dan tiba-tiba ketika ia mandiri, ia akan semakin jauh dan sulit saya rengkuh karena banyak luka yang tak terobati dalam hubungan orang tua dan anak pada masa pengasuhan.

Terima kasih nak, jangan lelah lelah mengajariku, jangan lelah memberiku kesempatan untuk jadi ibu yang lebih baik sesuai dengan petkembangan dan kebutuhanmu. Kita memang lahir dan tumbuh di masa yang berbeda, tapi kita pasti bisa menemukan formula kita sendiri. Formula menjadi ibu dan anak yang bahagia.

Ric Erica
Ditulis dari hati
Jakarta, 4 September 2014

(Sebab aku sadar, suatu hari kelak kau akan jadi ayah dari seorang anak, dan aku ingin kalian menjadi ayah dan anak yang bahagia)

Written by

Just a middle 30s ordinary woman who is easy smile-easy laugh, a writer, a wife, a mother, of a teenager boy, a family woman, a free-unthinkable mind who loves reading-dreaming-writing, laughing all day, multitasking one, sport-addicted, adventurous traveler, independent, a friendly best friend for those people who loves the same passion and humor, loves cooking, a great partner for movie date for her best friends, sometimes doing her consultant works, a lady who loves seeing things at her funny sight.

3 Comments to “Ia Mengajariku”

  1. salut says:

    nice to be better than yesterday..
    salut.. even we sometimes to be selfis for our sons..

  2. inoe brahmadita says:

    Nice share n story mba, ilmu yg ga akan ada habisnya dalam mengajari anak dan belajar dari anak.

    Cheers mba
    ibrataku

Leave a Reply

Message

Current day month ye@r *

x

Click dan Download App Android ERICA MASCALOVA dari Google Play Store